Marah Berlebihan, Ini Efek Buruk yang Bisa Terjadi Pada Tubuh
Yang terjadi dalam sistem tubuh Anda ketika marah adalah kelenjar adrenal akan mensuplai hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol.
Penulis: Rena Elviana Purba | Editor: Septrina Ayu Simanjorang
TRIBUN-MEDAN.com - Bagi beberapa orang, mengontrol emosi adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan, sehingga menimbulkan emosi yang berlebihan dan menjadi marah yang meledak-ledak.
Melansir dari Kompas.com, amarah adalah emosi yang wajar ketika ada sesuatu atau seseorang yang mengecewakan atau menyakiti kita.
Namun amarah yang berlebihan justru bisa membahayakan fisik dan psikis Anda.
Yang terjadi dalam sistem tubuh Anda ketika marah adalah kelenjar adrenal akan mensuplai hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol.
Kemudian, otak mengalihkan darah dari usus ke otot, sebagai persiapan untuk aktivitas fisik. Denyut jantung, tekanan darah, pernapasan, suhu tubuh akan meningkat, sementara kulit berkeringat.
Jika tubuh dipenuhi bahan kimia stres diikuti terjadinya perubahan metabolisme karena sering marah, itu dapat menyebabkan kerusakan pada banyak sistem tubuh yang berbeda.
Dilansir dari Kompas.com, berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi karena sering marah tak terkendali, yaitu:
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi, Diet dan Kelola Stres
1. Serangan jantung
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan The European Heart Jornal Acute Cardiovascular Care, insiden marah dapat memicu serangan jantung sekitar 2 persen.
Sementara, orang yang memiliki durasi marah lebih dari 2 jam berisiko 8,5 kali lebih tinggi mengalami serangan jantung.
2. Stroke
Stroke merupakan salah satu efek sering marah yang berbahaya dan harus dihindari.
Satu studi menemukan ada risiko 3 kali lebih tinggi mengalami stroke selama 2 jam setelah ledakan amarah.
Baca juga: CARA Mengatasi Notifikasi WhatsApp yang Tidak Muncul, Ikuti 5 Langkah Berikut
Stroke terjadi karena bekuan darah ke otak atau pendarahan di dalam otak yang terjadi saat marah.
3. Sakit kepala
Biasanya orang yang kerap marah secara berlebihan akan mengeluh sakit kepala secara mendadak.
Ternyata, menurut penelitian hal itu terjadi karena otot-otot dan pembuluh darah yang tegang akan menyebabkan pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang.
4. Kekebalan tubuh melemah
Orang yang sering marah cenderung lebih mudah sakit. Hal ini lantaran ternyata kemarahan mempunyai hubungan erat dengan penurunan level antibodi immunoglobulin A (IgA) selama 6 jam.
Antibodi imunoglobulin A adalah garis pertahanan pertama sel melawan infeksi.
Baca juga: Ayah Tiri di Taput Hamili Anak Tirinya Hingga Melahirkan, Polisi Ganjar Pelaku 15 Tahun Penjara
Oleh karena itu, jika rasa amarah sudah mulai menguasai anda, segera lah untuk mengalihkan pikiran dengan mencari hiburan atau menenangkan diri dengan mendengar lagu kesukaanmu.
5. Gampang cemas
Orang yang kerap marah secara berlebihan akan menjadi mudah merasa cemas setiap saat bahkan pada hal-hal yang sepele.
Selain itu, mereka akan mulai mencari-cari cara untuk memperbesar suatu masalah yang sepele.
Hal ini lantaran ia mulai merasa nyaman dengan rasa cemas tersebut. Akibatnya, aktivitas pun menjadi terganggu karena rasa cemas tersebut.
Baca juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Saat Haid Tanpa Harus Konsumsi Obat
6. Penuaan dini pada kulit
Rasa marah juga bisa menegangkan otot-otot di wajah sehingga mengakibatkan keriput.
Selain itu, tersebarnya hormon kortisol dapat menyebabkan berkurangnya produksi kolagen pada kulit.
Sehingga penampilanmu akan terlihat lebih tua dan tidak sehat.
7. Memperpendek usia hidup
Mengutip Everyday Health, orang yang hidup damai bahagia cenderung berusia panjang. Jika sering marah bisa sebaliknya.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Rasa Nyeri Saat Haid, Pijat dengan Menggunakan Minyak Esensial
Memang usia seseorang adalah rahasia Tuhan dan tidak ada yang tahu. Hanya saja, mencegah lebih baik daripada menyesal di kemudia hari.
Sebuah penelitian di University of Michigan yang dilakukan selama 17 tahun menemukan bahwa pasangan yang memiliki kemarahan pasif memiliki rentang hidup yang lebih pendek dari pada mereka yang biasa membicarakan masalah dengan solusi.
Jika kamu bukan orang yang nyaman menunjukkan emosi negatif, disarankan berkonsultasi kepada terapis atau berlatih sendiri agar lebih ekspresif.
8. Masalah pada pernapasan
Efek sering marah dan suka memupuk kebencian dapat membuat kamu berisiko memiliki paru-paru yang tidak sehat.
Sekelompok ilmuwan Universitas Harvard mempelajari 670 pria selama 8 tahun dengan menggunakan metode penilaian skala kebencian untuk mengukur tingkat kemarahan dan menilai setiap perubahan dalam fungsi paru-paru mereka.
Baca juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Saat Haid Tanpa Harus Konsumsi Obat
Pria dengan peringkat kebencian tertinggi memiliki kapasitas paru-paru yang jauh lebih buruk, yang meningkatkan risiko masalah pernapasan.
Para peneliti berteori bahwa peningkatan hormon stres, yang berhubungan dengan perasaan marah, menciptakan peradangan di saluran udara. (cr19/tribun-medan.com)