UMKM Raup Untung dari Wisata Danau Toba, Pertamina Fasilitasi Usaha Kecil Naik Kelas

Dengan meningkatnya kembali geliat pariwisata Danau Toba, tentu mendukung bangkitnya kembali sektor lainnya seperti UMKM.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Para pelaku UMKM di sekitar Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba foto bersama dalam kegiatan upskilling bagi UMKM yang diselenggarakan oleh Pertamina (Persero) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama tiga hari, Selasa sampai Kamis (14-16/6) di Politeknik Pariwisata Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pariwisata Danau Toba saat ini mulai menggeliat. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan kedatangan wisatawan secara berkelompok dan per orangan setiap harinya.

Dengan meningkatnya kembali geliat pariwisata Danau Toba, tentu mendukung bangkitnya kembali sektor lainnya seperti UMKM.

Sehingga, dalam upaya pengembangan bisnis dan pemasaran UMKM, Pertamina Sumbagut memberikan fasilitas pembinaan UMKM Naik Kelas.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Putut Andriatno mengatakan, fasilitas pembinaan yang diberikan Pertamina untuk UMKM Naik Kelas dengan roadmap program Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global berupa UMKM Academy.

Sertifikasi mau pun perizinan, pop-up market, e-learning, publikasi, e-commerce, serta pameran, baik di dalam mau pun luar negeri berkolaborasi dengan pemerintah mau pun instansi lembaga terkait.

Baca juga: PERTAMINA Raup Keuntungan Rp 116,53 Triliun Selama 3 Tahun, Terungkap dalam RUPS

"Salah satu bentuk kolaborasi dalam upaya nyata peran Pertamina dalam pembinaan UMKM yakni dukungan terhadap pengembangan UMKM di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), salah satunya DPSP Danau Toba melalui agenda peningkatan kapasitas UMKM dalam rangka temu bisnis dengan hotel," ujarnya, Rabu (15/6/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan, secara tidak langsung, dengan majunya pariwisata di DPSP Danau Toba akan berdampak positif terhadap UMKM. Di mana UMKM akan mendapatkan keuntungan dari penjualan produknya, terutama UMKM di sekitar.

Ia berharap acara peningkatan kapasitas UMKM unggulan di DPSP Danau Toba dalam rangka persiapan temu bisnis dengan hotel yang merupakan bagian upaya Pertamina dalam pembinaan UMKM, dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

"Kami juga berharap para peserta dapat mengikuti acara ini secara seksama dan bisa mengambil tiap pelajaran di dalamnya. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua," kata Putut.

Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung menjelaskan, kegiatan pelatihan upskilling ini diharapkan UMKM dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi temu bisnis dengan pihak hotel pada bulan Juli 2022 mendatang.

"Target kita bersama tidak mau lagi hanya ketemu, tapi ada indikasi ketertarikan dari pihak hotel. Kita maju, kita bisa karena kita bersama," ujar Henky.

Diakuinya, sejak tahun 2020, Pertamina mengusung program unggulan Creating Shared Value (CSV) bertajuk Pinky Movement yang merupakan sebuah program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menyasar UMKM untuk dapat naik kelas melalui pembiayaan modal usaha dan pembinaan.

Program ini dikemas dalam bentuk pemberdayaan dan edukasi UMKM, serta penyediaan fasilitas dalam rantai distribusi LPG nonsubsidi.

"Program Pinky Movement juga memberikan added value dengan melibatkan usaha kecil berupa pangkalan LPG dan juga usaha kecil sektor industri mau pun kuliner pengguna LPG bersubsidi untuk beralih ke LPG nonsubsidi. Sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved