Bocah Tewas Dianiaya
BOCAH SD Tewas Diduga Dianiaya Temannya, Begini Keterangan Polisi setelah Kuburan Korban Dibongkar
Tim laboratorium forensik Polda Sumut masih mendalami hasil ekshumasi (Bongkar Kuburan) meninggalnya bocah sekolah dasar (SD) di Binjai.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim laboratorium forensik Polda Sumut masih mendalami hasil ekshumasi (Bongkar Kuburan) meninggalnya bocah sekolah dasar (SD) di Binjai beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, perlu pemeriksaan mendetail jenazah Muhammad Ikhsan Haminti (11), siswa SD yang tewas diduga digebuki teman sekelas.
"Masih dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh tim forensik soal penyebab kematian. Nanti disampaikan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Ekshumasi dan Autopsi sementara dijumpai memar di pipi kanan, dahi kiri dan perut kiri.
Kemudian juga jumpai resapan darah pada tulang tengkorak belakang kiri.
Meski demikian, Hadi mengatakan itu merupakan salah satu proses pembusukan jenazah karena sudah dimakamkan.
Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kematian M Ikhsan.
"Itu proses pembusukan jenazah. Makanya perlu didalami lagi," ucapnya.
Sebelumnya, petugas Sat Reskrim Polres Binjai melaksanakan ekshumasi atau bongkar kuburan milik Muhammad Ikhsan Haminti (11), siswa SD yang tewas diduga digebuki teman sekelas.
Tindakan bongkar kuburan dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Jalan Umar Bak, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Kamis (15/6/2022).
Korban meninggal dunia pada Selasa (24/5/2022). Sebelum meninggal, korban sempat mengaku kepada ibunya Santi Citra Dewi (37), bahwa sedang dalam keadaan sakit, bukan dianiayai.
"Dia pulang dari sekolah yang gak jauh dari rumah kami, saat di rumah dia bilang lemas dan gak enak badan," kata Santi, saat ditemui di Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota.
(cr25/tribun-medan.com)