Berita Medan

Harga Cabai Merah Mulai Naik Rp40 Ribu di Medan, Tapi Pasokan Menurun Drastis

Adapun daging sapi masih cukup tinggi, Rp120.000 – Rp140.000 per kilogram, sementara telur ayam ras dijual Rp27.000 – Rp30.000 per kilogram.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/HUSNA
HARGA BAHAN POKOK- Suasana aktivitas jual beli di pasar tradisional Kampung Lalang Kota Medan. Harga sejumlah bahan pangan seperti cabai, bawang, hingga daging tercatat berfluktuasi dalam sepekan terakhir. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Harga kebutuhan pokok di Kota Medan terpantau berfluktuasi. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan pada satu pekan terakhir, rata-rata harga cabai merah di pasar tradisional berkisar Rp28.000 – Rp42.714 per kilogram, sementara cabai rawit berada di kisaran Rp32.571 – Rp52.143 per kilogram.

Untuk komoditas lain, harga bawang merah tercatat Rp38.000 – Rp56.000 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 – Rp40.857 per kilogram.

Beras medium relatif stabil di angka Rp15.000 – Rp18.000 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp18.000 – Rp19.000 per kilogram.

Adapun daging sapi masih cukup tinggi, Rp120.000 – Rp140.000 per kilogram, sementara telur ayam ras dijual Rp27.000 – Rp30.000 per kilogram.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Benjamin Gunawan, menilai kenaikan harga cabai merah saat ini bukan semata karena permintaan tinggi, melainkan lebih dipengaruhi penurunan pasokan.

“Dari hasil pengamatan di sejumlah pasar, harga cabai merah membaik di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, naik dibandingkan pekan lalu yang sempat Rp20.000 per kilogram. Namun kenaikan ini lebih banyak karena supply menurun akibat cuaca panas yang memengaruhi produktivitas tanaman,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Benjamin mengungkapkan, panen cabai tahun ini di Batubara turun hingga 46 persen dibanding kuartal pertama. Bahkan, ia menyebut hanya sekitar 30 persen petani yang mampu menghasilkan kuantitas panen setara dengan periode Februari–April lalu.

“Selebihnya, ada potensi penurunan 30 sampai 40 persen dari hasil panen sebelumnya. Ini membuat panen tahun ini menjadi yang terburuk,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat petani justru tidak banyak menikmati kenaikan harga karena panen sudah berakhir sebelum harga membaik.

“Sayangnya petani mengalami kerugian dua kali tahun ini. Maret lalu harga sempat jatuh di kisaran Rp18.000–Rp25.000 per kilogram, sekarang harga memang naik tapi produksinya merosot,” tambahnya.

Benjamin menegaskan, pemerintah perlu segera mengambil langkah penyelamatan agar petani tidak semakin terpuruk.

“Jika terlambat, petani bisa mengganti tanaman lain. Ini akan berdampak pada produksi cabai secara keseluruhan dan berpotensi mendorong inflasi,” katanya.

Sementara itu, harga cabai rawit masih bertahan tinggi di atas Rp35.000 per kilogram. Kondisi ini juga ditopang penurunan pasokan sekitar 23 persen dibanding Juni lalu.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved