Breaking News:

Ibadah Haji 2022

Mariana & Mariani, Saudara Kembar yang Akhirnya Bisa Berangkat Haji, Berharap Segera Dapat Jodoh

Saudara kembar asal Kabupaten Padang Lawas ini baru datang dari kampung halaman dan mulai menginap di asrama haji untuk menunggu jadwal keberangkatan.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ANISA
Mariana dan Mariani, Calhaj asal Kabupaten Padang Lawas Utara saat diwawancarai di kamar asrama haji emberkasi Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Raut bahagia terpancar dari wajah Mariana Dalimunte  dan sang adik Mariani Dalimunte saat memasuki Asrama Haji Emberkasi Medan, Senin (20/6/2022).

Saudara kembar asal Kabupaten Padang Lawas ini baru datang dari kampung halaman dan mulai menginap di asrama haji untuk menunggu jadwal keberangkatan haji.

Keduanya merupakan calon jemaah haji (Calhaj) dari Sumatera Utara (Sumut) tahun ini.

Saat ditemui Tribun Medan, keduanyapun mengatakan seharusnya berangkatkan haji pada tahun 2020 lalu, namun karena pandemi Covid-19 ditunda di tahun ini.

Baca juga: Tiara Marleen Nangis-nangis Minta Maaf ke Haji Faisal, Kim Hawt: Ke mana Aja Kamu Kemarin, Gila!

Baca juga: WASPADA, Suhu Tertinggi di Arab Saudi Sampai 46 Derajat, Ini Imbauan Kemenag RI Kepada Jemaah Haji

Mariana menceritakan awal mulanya bersama sang adik bisa berangkat haji. 

Ia mengaku awal mulanya berawal dari saran anak tulang mereka. 

"Jadi kami disarankan sama anak tulang kami katanya kalau belum punya jodoh coba berniat untuk berangkat haji," ceritanya. 

Pulang dari rumah anak tulangnya tersebut, ia langsung bercerita pada sang adik Mariani.

"Kubilang sama adik , biar gak marah dan gak merasa mampu karena  ngajak daftar haji jadi kami  daftar menggunakan uang arisan (jula-jula) yang akan ditarek itu sebesar Rp 14 juta," jelasnya. 

Dan setelah sepakat dikatakan Marian mereka pun mencari informasi seputar biaya haji dan lain sebagainya.

Mariana dan Mariani, Calhaj asal Kabupaten Padang Lawas Utara saat diwawancarai di kamar asrama haji emberkasi Medan.
Mariana dan Mariani, Calhaj asal Kabupaten Padang Lawas Utara saat diwawancarai di kamar asrama haji emberkasi Medan. (TRIBUN MEDAN/ANISA)

"Waktu itu ada pesta di kampung datanglah adek dari Gunung Tua.  Kemudian nanya soal haji ini. Katanya bisa dengan menggunakan dana talangan (kredit) selama dua tahun," ucapnya.

Dengan modal Nekat, akhirnya keduanya mendaftar haji di tahun 2011 lalu.

"Kemudian kami langsung mendaftar satu bulan kemudian setelah nanyak dari pesta kampung kalau gak salah itu bulan november 2011," terangnya.

Dikatakan Mariana, ternyata biaya pendaftaran haji saat itu sebesar Rp 6,7 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved