Kecelakaan Maut Bus di Labusel

SOSOK SOPIR Bus Maut di Labusel, Ternyata Belum Menikah, Keluarga Sempat Syok Dapat Kabar Duka

Daniel menyebutkan bahwa, jenazah abangnya tersebut tidak dibawa pulang ke Medan tapi ke Tanah Jawa, Simalungun.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Direktur lalu lintas Polda Sumut, Kombes Indra Darmawan Iriyanto saat mengecek kondisi bus yang kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (20/6/2022). Dia gak tujuh orang tewas dan 13 Luka-luka. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hendra Siregar (31), sopir bus PMH yang mengalami kecelakaan maut di Labusel, ternyata baru setahun mengemudi bus PMH.

Adik korban, Daniel menjelaskan Hendra bergabung di bus PMH dari tahun 2021 silam.

"Tahun 2021 dia jadi sopir PMH, tapi mobil lain pernah juga," kata Daniel kepada Tribun-medan, Senin (20/6/2022).

Baca juga: Kecelakaan Maut Bus PMS VS PMH di Labusel 6 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Kecelakaan Maut Bus PMS VS PMH di Labusel 6 Orang Meninggal Dunia

Kondisi bus yang kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (20/6/2022)
Kondisi bus yang kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (20/6/2022) (HO)

Ia mengatakan, pihak keluarga mendapatkan kabar meninggalnya korban dari keluarga yang berada di Kota Pinang.

"Dapat kabar dari suami kakak, yang ada di Kota Pinang. Kami Nggak tau dia berangkat," sebutnya.

Daniel menyebutkan bahwa, jenazah abangnya tersebut tidak dibawa pulang ke Medan tapi ke Tanah Jawa, Simalungun.

"Nggak dibawa ke Medan. Kendalanya mobil ambulans," ungkapnya.

Ia menuturkan, almarhum saat ini belum memiliki keluarga dan masih berstatus lajang.

Baca juga: Sebelum Nikahi Sabrina, Deddy Corbuzier Ternyata Alami Kecelakaan hingga Mati Suri, Azka Panik

"Belum nikah dia. Kami tinggal di Jalan Komplek Perumahan Pardede," tuturnya.

Lebih lanjut, Daniel juga mengungkapkan bahwa saat mendapatkan kabar duka tersebut ibunya langsung syok.

"Mamak langsung syok. Nggak terbilang lagi. Malam ini rencana di berangkatkan jenazahnya," katanya.

Sebelumnya, Kecelakaan maut melibatkan Bus PMS kontra bus PMH terjadi di Labusel, Senin (20/6/2022) pukul 03.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: JENAZAH SOPIR Bus PMH Korban Kecelakaan Maut di Labusel Akan Dimakamkan di Kampung Halaman

Baca juga: KRONOLOGI KECELAKAAN Maut Bus PMS di Labusel, Nyalip Kendaraan dari Arah Medan Diduga Jadi Pemicu

Direktur lalu lintas Polda Sumut, Kombes Indra Darmawan Iriyanto saat mengecek kondisi bus yang kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (20/6/2022). Dia gak tujuh orang tewas dan 13 Luka-luka.
Direktur lalu lintas Polda Sumut, Kombes Indra Darmawan Iriyanto saat mengecek kondisi bus yang kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (20/6/2022). Dia gak tujuh orang tewas dan 13 Luka-luka. (HO)

Daftar ketujuh korban :

1. Mika Rudy Parlindungan L Tobing (33) warga Simundam Utara, Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan

2. Fridon Sidauruk (42) sopir bus PMS, warga Jalan Medan, Gang Cinta Damai, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar

3.Hendra Siregar (31) sopir bus PMH, Perumahan Pardede, Kecamatan Sunggal, Deliserdang

4. Fery Ardiansyah (20) warga dusun Air Terjun, Kelurahan Paya Tampah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh

5. Sarah (50) alamat Batu Ampar Riau 

6. Sugini (50) alamat Pasar VI Garapan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan

7. MR X, Laki-laki, Umur lebih 40 tahun, identitas belum diketahui.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved