Maling Motor
MALING Motor Kepergok saat Curi Motor di Masjid, Pelaku Diamuk Massa
Ketahuan mencuri sepeda motor di Masjid, seorang pria diamuk massa dan diserahkan kepada polisi.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketahuan mencuri sepeda motor di Masjid, seorang pria diamuk massa dan diserahkan kepada polisi.
Peristiwa tersebut terjadi di Masjid Jamik Medan Krio Jalan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Sabtu (18/6/2022) malam.
Aksi pencurian tersebut pun sempat tertangkap kamera pengawas CCTV yang terpasang di halaman masjid.
Tampak saat itu, suasana sedang sepi karena para jamaah sedang melaksanakan salat magrib.
Awalnya pelaku sedang duduk didekat sepeda motor warna biru yang menjadi incaran nya.
Setelah dirasanya aman, pelaku langsung mendekati sepeda motor tersebut dan mencoba membobol kunci kontaknya.
Tidak butuh waktu lama, pelaku pun berhasil menghidupkan kendaraan itu. Kemudian, pelaku mencoba mengeluarkan kendaraan tersebut dari parkiran.
Namun, saat hendak melarikan sepeda motor jenis Yamaha R25 itu ternyata roda belakang motor tersebut tidak berjalan.
Terlihat pelaku terus berupaya melarikannya, tetapi tetap gagal dilakukan, hingga akhirnya aksi pelaku pun diketahui oleh para jamaah.
Dari arah dalam masjid tampak seorang pria langsung mengejar pelaku.
Pelaku yang mengetahui aksinya diketahui langsung mencampakkan sepeda motor tersebut dan langsung lari ke arah jalan.
Tidak lama, hampir seluruh jamaah yang ada di dalam masjid berhamburan keluar untuk ikut mengejar pelaku.
Lalu, dari arah jalan terlihat puluhan warga mengarak pelaku kembali masuk ke halaman masjid.
Menurut Kepala Desa (Kades) setempat, R Chairul Azmi menjelaskan kejadian tersebut terjadi ketika waktu salat magrib.
"Kejadiannya hari Sabtu malam Minggu, pas waktu salat magrib," kata Chairul kepada Tribun-medan, Rabu (22/6/2022).
Ia mengatakan, pelaku sebenarnya berjumlah dua orang. Awalnya mereka berpura-pura hendak ingin salat.
"Katanya dua orang pelakunya, satu orang menunggu di depan sepeda motor tadi, satu salat di dalam. Dia pura - pura salat, satu orang beraksi," sebutnya.
Chairul menambahkan, saat ditangkap pelaku sempat diamuk oleh massa dan dimasukkan ke dalam kerangkeng yang ada di kawasan masjid.
"Yang ngambil motor diamuk massa, begitu ramai kita langsung masukkan ke kerangkeng masjid, jadi tidak sampai babak belur," ungkapnya.
"Sampai di kantor polisi kondisinya juga sehat, cuma pecah - pecah di kepala, di kening saja, yang massakan banyak," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sepeda motor tersebut tidak berhasil dibawa lari karena cakram belakang nya digembok oleh pemiliknya.
"Karena cakram sepeda motornya digembong, begitu di gembok dia maju, masih sangkut. Kemudian dia mencoba mundur dan majukan lagi, dengan sentakan rupanya tidak bisa lepas gembok cakram tadi," katanya.
Dikatakannya, waktu itu salah seorang jamaah ada yang mendengar dan langsung keluar mengejar pelaku.
"Jadi pas di rakaat terakhir itu, para jamaah ada yang mendengar langsung lompat dan ngejar," bebernya.
Ketika itu, Chairul menambahkan pelaku sempat melarikan diri ke arah jalan hingga akhirnya tertangkap oleh warga.
"Sampai di depan jalan Sei Mencirim dia itu ditendang sama orang yang sedang lewat. Disitu dia jatuh dan ditangkap," ujarnya.
Setelah diamankan, pelaku pun diserahkan kepada pihak kepolisian dan dilakukan penahanan.
Setelah para warga melihat rekaman CCTV, ternyata pelaku berjumlah dua orang. Dan yang satu sedang salat di dalam tanpa diketahui oleh warga.
"Kawannya berada di sini, yang dibawa ke kantor polisi satu, karena kita kan nggak tau ada temennya. Setelah temannya diamuk massa dan dikerangkeng baru kawannya ini berangkat," katanya.
Dijelaskannya, pelaku saat beraksi telah membawa kunci T yang telah disiapkan nya.
"Pelaku ini residivis memang baru keluar penjara. Dia bobol motor itu pakai kunci T. Motornya punya calon menantu warga sini, jadi dia bertamu ketempat warga kita disini, kemudian dia hendak salat magrib di masjid ini," pungkasnya.
(cr11/tribun-medan.com)