Idul Adha 1443 Hijriyah
Inilah Makna Idul Adha Dijelaskan Nabi Muhammad, Hari Istimewa yang Dicintai Allah
Berikut awal mula sejarah dan makna Idul Adha yang perlu diketahui. Rupanya sejarah
Berserah diri kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya, Ismail di atas pelipisnya, setelah itu Allah SWT pun berfirman kepadanya:
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Artinya: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik.” (Surat As-Shaffat, ayat 104 -105).
Baca juga: Nasib Selebgram Cantik, Rela Nikahi Pria Asal Afrika, Kini Hidup Enak Diperlakukan Bak Ratu
Ketika Ibrahim hendak menyembelih Ismail, Allah pun menghentikannya dengan mengirimkan Malaikat Jibril bersama seekor domba jantan untuk dikorbankan.
Ibrahim diizinkan untuk mengorbankan seekor domba jantan sebagai ganti putranya
Momen ini kemudian dinamakan Idul Adha yang berarti pengorbanan.
Dalam perayaannya, sebenarnya Idul Adha secara tradisional dirayakan pada hari pertama oleh mereka yang mampu melakukannya.
Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengorbanan simbolis berupa seekor domba, kambing, sapi, unta, atau hewan lain.
Lalu, dagingnya akan dibagikan secara merata di antara keluarga, teman, dan yang membutuhkan.
Selain melakukan tradisi berkurban, biasanya kaum muslimin akan melaksanakan salat berjamaah saat fajar pada hari pertama Hari Raya Idul Adha.
Makna Kurban Idul Adha
Sebagaimana keutamaan ibadah kurban menurut sabda Rasulullah SAW :
"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban."
"Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (Dari HR Tirmidzi).
Berikut ialah hewan ternak yang boleh untuk dijadikan kurban, seperti onta, sapi (kerbau) dan kambing.
Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan.
Sebagaimana Allah SWT telah berfirman, "supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka." (Surah Al-Hajj : 34).
(*/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/20072021_salat_idul_adha_danil_siregar-2.jpg)