Breaking News:

Sosok

SOSOK Junimart Girsang, Pria Asal Batak yang Sukses di Perantauan, Ini Profil dan Karirnya

Junimart Girsang lahir di Medan 3 Juni 1963, Ia adalah anggota DPR RI dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Junimart Girsang. 

SOSOK Junimart Girsang Pria Asal Batak yang Sukses di Perantauan

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Junimart Girsang lahir di Medan 3 Juni 1963, Ia adalah anggota DPR RI dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Junimart mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara III. Dia duduk di kursi Wakil Ketua Komisi II yang membidangi hukum, hak asasi manusia dan keamanan.

Baca juga: MASIH Dipenjara Perkara Korupsi, Eks Dirut PD Paus Siantar Kini Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Junimart seperti layaknya anak kecil lainnya, ia gemar bermain bola di halaman gedung nasional, mandi di parit, dan membantu orang tuanya berternak.

Saat umur 14 tahun, Junimart sudah memasuki masa remaja ia memberanikan diri untuk berhijrah ke Pulau Jawa yaitu Bandung, Jawa Barat untuk mendapatkan pelajaran dan pengalaman hidup.

Ia bersekolah dan kuliah di sana. Ternyata menjadi orang rantau malah membuatnya matang dan memotivasi dirinya untuk menjadi orang yang berhasil.

Baca juga: CARA Daftar Kartu Prakerja Gelombang 35, Jangan Sampai Terlewat

Sejak kecil, Junimart selalu disiplin dalam mengerjakan tugas dan belajar, ia mengenyam pendidikan sekolah tingginya dan mendapat gelar S1 di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Ia juga mendapatkan dua gelar master di bidang yang berbeda. Magister Manajemen dari Universitas Satyagama, Jakarta dan Magister Hukum Pidana dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Tak hanya itu, Junimart berhasil meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Baca juga: WALI KOTA Bobby Tegaskan Penutupan Holywings Tak Perlu Minta Izin ke Pemko, Coba Baca Betul Aturan

Karier pengacara Junimart dimulai saat ia pertama kali magang di firma hukum TR. Messakh & Rekan.

Semua pengalaman dan pengetahuan yang ia dapat dari tempat magangnya kemudian ia praktikan langsung dengan membuka praktik hukum sendiri yaitu Kantor Hukum JnR pada tahun 1991.

Pengacara berdarah batak ini juga aktif dalam organisasi profesi seperti Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dan PERADI. Junimart sering menangani kasus yang melibatkan petinggi publik, pesohor, serta kasus-kasus artis yang ada di Indonesia.

Selain itu, Junimart juga tercatat sebagai aktivis gereja dalam berbagai kegiatan rohani hingga ia merilis 2 album lagu rohaninya sendiri.


Setelah malang melintang di dunia pengacara, Junimart terjun ke dunia politik. Ia masuk PDI Perjuangan.

Pada tahun 2014, Junimart mencalonkan diri jadi anggota dewan dan ia terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Sumut III.

Sebelum menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Junimart Girsang juga dikenal sebagai advokat hukum yang sering bertindak selaku kuasa hukum banyak perusahaan, baik dalam maupun luar negeri.

Selama bertindak selaku pengacara dan atau kuasa hukum, Girsang banyak menangani kasus yang melibatkan para petinggi publik dan pesohor Indonesia.

Junimart Girsang sempat mendampingi para wartawan harian umum Berita Buana, bertindak selaku tim kuasa hukum Mabes Polri atas pembelaan terhadap tuduhan pelanggaran HAM berat, menjadi tim penasihat hukum Megawati Soekarno Putri ketika menjabat Presiden RI,

Sebagai kuasa hukum mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjad Djiwandono, dan yang mungkin juga banyak diingat publik, ketika resmi menjadi advokat hukum Ardhia Pramesti Regita Cahyani alias Tata saat menggugat cerai suaminya, Hutomo Mandala Putra, yang juga putra bungsu mantan penguasa Orde Baru, Soeharto.

Kasus yang paling santer adalah ketika ia ikut dalam Tim pembela bagi terdakwa korupsi Muhammad Nazaruddin dalam kasus membongkar kasus korupsi dalam tubuh DPR pada tahun 2013.

Junimart juga kakak kandung dari pengacara kondang lainnya, yakni Juniver Girsang.

Nama Junimart juga terkenal sebagai Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR pada akhir tahun 2015 saat sedang menangani Skandal Politik di Kasus PT Freeport Indonesia 2015 atau "Papa Minta Saham" oleh Mantan Ketua DPR Setya Novanto.

PENDIDIKAN

SD Negeri Teladan di Sidikalang, Sumut
SMP Negeri I Sidikalang, Sumut
SMA BPPK Bandung, Jawa Barat
S1, Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
S2, Program Magister Management Universitas Satyagama, Jakarta
S2, Magister Hukum Pidana Universitas Padjadjaran, Bandung
S3, Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung

KARIER

Pengacara swasta
Ketua Presidium, Forum Diskusi Advokat Indonesia
Anggota, Tim Pemeriksa Hasil Uji Calon Advokat
Staf Pengajar, Kursus Advokat, Universitas Indonesia Esa Unggul (IEU) Jakarta
Anggota, PERADI
Anggota, DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum

PENGHARGAAN

Best Dressed Executive versi Yayasan Penghargaan Indonesia dan Studio Seven Production
Tokoh Eksekutif Muda versi Yayasan Prestasi & Penghargaan Indonesia
Tokoh Peduli Sosial Termuda Indonesia 1997
Penghargaan CITRA ADHIKARSA PEMBANGUNAN INDONESIA 1996-1997 versi Yayasan Penghargaan Indonesia dan Studio Seven Production.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved