KDRT

POLISI di Taput yang Dilaporkan karena Kasus KDRT malah Akui Sering Dapat Kekerasan dari Istri

Oknum polisi di taput angkt bicara setelah viral di media sosial unggahan soal adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Briptu FFM bersama Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing di Mapolres Taput, Selasa (5/7/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULI UTARA - Pascaviral di media sosial unggahan soal adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh personel Polres Taput, terlapor angkat bicara.

Dalam rekaman audio yang dikirimkan oleh Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing kepada tribun-medan.com pada Selasa (5/7/2022), terlapor menyampaikan keterangan.

Terlapor Briptu FFM, oknum polisi yang bertugas di Polsek Pahe Julu mengutarakan bahwa pertengkaran dalam keluarganya sudah berlangsung lama.

Antara keduanya sebagai suami-istri sering ketidakcocokan dalam keluarga.

"Pertengkaran kami ini memang sebenarnya kegiatan di keluargaku, ia tidak menyetujui aku melihat ke tempat keluargaku, itunya sebenarnya," ujar Briptu FFM dalam rekaman audio yang diperoleh tribun-medan.com, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: PENGENDARA Vixion Tewas di Tempat, Lakalantas Maut di Jalan HM Yamin Medan, Ini Kronologinya

Sebagai seorang suami, ia kerap mendapatkan kekerasan dari istrinya. Masalah dalam keluarga sudah selesai, namun istrinya yang berinisial SS kerap ungkit masalah yang sudah berlalu.

"Ia merasa agak tertekan. Aku pun bingung. Udah kubilang sama dia, udahlah mak, 'yang berlalu biarlah berlalu. Jangan lagi diungkit-ungkit'. Tapi, ia tetap bersikeras mengungkit. Setiap kali kami ada masalah, ia selalu mengaitkannya ke keluarga saya. Kalau ia tidak puas, ia selalu lalu tangan pada saya," sambungnya.

"Ia sering pukul saya, ia sering pijak saya. Dihantam, dipukuli, saya pergi dari rumah, pintu tidak dibukakan pada saya. Saya pun bingung bagaimana menghadapi istri saya ini. Berobat pun sudah saya buat supaya ada perubahan tapi tetap saja begitu," terangnya.

Bahkan, terlapor pernah alami kekerasan di depan publik yang membuat dirinya malu melihat orang sekitar. Ia menyampaikan, dirinya masih tetap berikan maaf pada istrinya.

"Sehingga saya tidak tahan. Malah, saya dipijak-pijak di depan masyarakat, saya dicekik, dipukuli di depan masyarakat. Begitu malunya saya. Adanya saksi melihat itu," ujarnya.

"Saya udah tertekan. Ke Polsek pun gitu juga dia, sudah dimediasi di Polsek, tetap juga seperti itu," sambungnya.

Baca juga: DUA Pria Divonis 2 Tahun Penjara karena Curi Kaca Spion Mobil, Begini Kronologinya

Ia menyampaikan, setiap ada pertengkaran dalam keluarga, pelapor (istri terlapor) selalu kaitkan dengan orang tua terlapor.

"Setiap kali ada pertengkaran, selalu ia kaitkan dengan orang tua," ujarnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan soal unggahan istrinya (pelapor) dalam akun media sosial Facebook.

"Mengenai video yang diunggah di facebook, benar itu. Itu tahun yang lalu, ada yang dua tahun lalu dan itu sudah diselesaikan melalui jalur kekeluargaan atau mediasi," terangnya.

Ia menyatakan, dirinya juga mendapatkan perlakuan kasar dari istrinya namun ia tak unggah di akun media sosial.

"Makanya saya bingung kok dikait-kaitkan lagi masalah yang sudah berlalu padahal sudah selesai. Pada saat itu, saya juga punya bekas luka, tapi saya enggak umbar itu karena saya malu. Saya tidak mau mempermalukannya di kantor, tapi dia tega mempermalukan saya di sini," sambungnya.

"Sebenarnya, istri saya bukan rewel, tapi pendendam. Masalah yang lalu sudah selesai, ia dan orangtuaku sudah baikan. Cuman kalau ada kesalahan orangtuaku, ia tidak bisa menahan emosinya. Ia langsung membantah dan aku yang ia tekan," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved