Penyakit Malaria

KASUS Malaria Merebak di Sergai, Ditemukan 63 Kasus Baru dalam 6 Bulan

6 bulan belakangan penyebaran malaria kembali ditemukan pada dua Kecamatan yakni Tanjung Beringin dan Teluk Mengkudu.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai Selamat Hartono saat diwawancarai Tribun, Kamis (7/7/2022). 

TRIBUN-MEDAN. com, SERGAI - Sudah hampir dua tahun kasus malaria di Kabupaten Serdang Bedagai nihil kasus.

Namun sejak 6 bulan belakangan penyebaran malaria kembali ditemukan pada dua Kecamatan yakni Tanjung Beringin dan Teluk Mengkudu.

"Kondisi sekarang di Serdang Bedagai itu terjadi di daerah pesisir tepatnya di dua Kecamatan yakni Teluk Mengkudu dan Tanjung Beringin," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai Selamat Hartono, Kamis (7/7/2022).

Baca juga: KORUPSI Ratusan Miliar, Eks Petinggi PT Perkebunan Sumatera Utara Dituntut 18 Tahun Penjara

Selamat mengatakan peningkatan kasus malaria banyak terjadi pada lokasi yang memiliki genangan air dan rawa-rawa. Sejauh ini sudah ada 63 kasus malaria yang terdeteksi di Kabupaten Sergai.

"Ini banyak kita temuan di daerah yang memang banyak genangan air seperti rawa-rawa dan daerah pesisir seperti dua Kecamatan tadi," tambahnya.

Untuk melakukan penanggulangan, Dinas Kesehatan Sergai, Kecamatan dan bersama Kementerian Kesehatan tengah melakukan pengambilan sample jentik jentik nyamuk disejumlah daerah yang banyak ditemukan penyakit malaria.

"Jadi kita bersama pihak Kecamatan terus melakukan upayah pencegahan dengan melakukan penelitian. Kemarin kita bersama Kementerian juga sudah mengambil jentik jentik untuk kemudian dilakukan penelitian di laboratorium untuk mengetahui jenis nyamuk yang menyebabkannya," ujar Selamat.

Baca juga: RSIA Stella Maris Enggan Tanggapi terkait Dugaan Perawat Salah Suntik Takaran Obat ke Pasien

Sulitnya mengatasi penyebaran malaria jelas Selamat terjadi karena kasus penyebarannya masif ditemukan di daerah pesisir berawa.

Karena itu, Selamat menghimbau agar masyarakat turut berpartisipasi melakukan pencegahan dini. Seperti tidur menggunakan kelambu atau anti nyamuk dan juga menutup saluran air yang tergenang.

Selain itu, Selamat juga meminta agar masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir menggunakan baju yang dapat menutup kulit.

"Kalau untuk disemprot kan tidak memungkinkan jika arealnya sangat luas tapi kita tetap lakukan hal itu. Namun langkah yang perlu dilakukan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan juga memberantas sarang nyamuk," kata dia.

Selamat menyebutkan dari banyak dari pasien yang terkena malaria mengalami demam tinggi, kedinginan dan mengigil.

Dia pun meminta agar masyarakat melaporkan ke Puskesmas jika mengalami gejala tersebut.

"Selain itu untuk masyarakat yang merasa mengalami demam tinggi agar segera melaporkan ke Puskesmas terdekat agar segera mendapatkan pertolongan pertama," tutup Selamat.

(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved