Kekerasan Seksual
PERWANAS Soroti Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Petugas PLN yang 'Jalan di Tempat'
PERWANAS soroti kasus pelecehan seksual yang dialami wanita berisial A oleh oknum petugas PLNbelum memperlihatkan perkembangan yang signifikan.
Lalu, pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan P2TP2A Pemkab Deliserdang tidak responsif mendampingi.
"Pemkab Deliserdang dicanangkan daerah ramah anak tetapi sangat disayangkan keinginan bupati dan wakil bupati tidak diterjemahkan dengan baik oleh birokratnya. Mereka tak responsif menangani kasus kekerasan seksual ini," katanya.
Penanganan Kasus Harus Holistik
Puteri Atikah bilang, penanganan kasus kekerasan seksual harus dilakukan secara holistik. Mulai dari pemerintahan desa hingga kabupaten.
Pada tataran pemerintahan desa, Kemendes dan PDTT sudah mengamanatkan desa ramah perempuan untuk mewujudkan keadilan pada perempuan.
Begitu pula salah satu tujuan dari pembanguan berkelanjutan (SDGS) termasuk kesetaraan gender.
Namun masih tingginya kasus kekerasan seksual pada perempuan 'cermin' ketidakmampuan pemerintah mewujudkan kesetaraan gender.
"Kami dari organisasi perempuan yang selama ini melakukan pendampingan pada perempuan korban kekerasan, berharap Pemkab Deliserdang melakukan pembenahan secara menyeluruh dalam merespon kasus kekerasan seksual," ungkapnya.
Kronologis Kasus
Pada pemberitaan sebelumnya, ibu muda berinisia A, warga Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara mengaku trauma dengan insiden pelecehan seksual yang dialaminya.
Ia nyaris dirudapaksa oleh oknum petugas PLN bernama Hasianudin Panjaitan.
Ia menceritakan, Hasianudin Panjaitan menggerayangi bagian tubuh paling sensitif dan berupaya mengecup bibirnya.
"Saat itu suami saya sudah pergi kerja," kata A, Senin (20/6/2022).
Ia menuturkan, peristiswa itu terjadi pada Senin (16/6/2022) lalu. Kala itu, meteran listrik di kediamannya rusak. Lalu, suaminya menghubungi pelaku.
"Dia (Hasianudin Panjaitan) bilang, nanti anggotanya yang datang ke rumah saya. Nanti kasihkan saja uang Rp 50 ribu," kata A menirukan perkataan pelaku.
Tak lama kemudian, ternyata pelaku datang sendiri ke rumah di Desa Limau Manis. Setiba di rumah, terduga pelaku memeriksa meteran listrik tetapi celingak celinguk.
"Tidak lama suami pergi kerja, terduga pelaku itu nanya dimana suami, saya jawab sudah pergi kerja," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/puteri-atikah_20180726_104250.jpg)