Berita Nasional

Kasus Pencabulan Santriwati, Jaksa Bakal Berikan Tuntutan Maksimal Mas Bechi, Dijerat Pasal Berlapis

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kini akan menjerat Moch Subchi Al Tsani (MSAT) atau Mas Bechi dengan pasal berlapis.

Facebook
Sosok MSAT atau Mas Bechi, tersangka kasus pencabulan yang belum berhasil tertangkap hingga kini 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kini akan menjerat Moch Subchi Al Tsani (MSAT) atau Mas Bechi dengan pasal berlapis.

Mas Bechi merupakan tersangka kasus pencabulan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur.

Dikutip dari TribunJatim.com, anak kiai Jombang itu dapat didakwa dengan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman pidana selama 12 tahun.

Baca juga: Sempat Sulit Ditangkap, Kini Polda Jatim Limpahkan MSAT ke Kejaksaan, Terancam Dihukum 12 Tahun

Selain itu, Mas Bechi akan dikenakan pasal 289 KUHP dengan kategori tindak pidana pencabulan yang masa hukumannya selama 9 tahun, dan pasal 294 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun.

"Kami melihat terlebih dahulu proses persidangannya seperti apa. Dari situ bisa menjadi proses pembuktian.

Kami sudah mempelajari berkas perkara, dituangkan dalam surat dakwaan," kata Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati, Senin (11/7/2022).

Dijelaskan Mia, hukuman memberatkan atau meringankan bagi pelaku, bergantung pada alat bukti atau saksi saat proses pemeriksaan berlangsung.

"Kalau jaksa akan memberikan tuntutan maksimal 12 tahun. Di sini yang bisa kami tangani, korban dari pemberkasan di penyidik hanya satu karena yang lain menarik diri dari awal.

Jadi korban itu betul-betul bisa diproses dan ada pembuktiannya," ujar Mia.

"Yang dijadikan dalam proses perkara hanya satu, dan itu yang bersangkutan sudah dikeluarkan dari ponpes, jadi dia punya keberanian untuk mengungkap segalanya," imbuhnya.

Mia melanjutkan, pihaknya akan berupaya untuk mencari dan menggali kesaksian lain terkait dugaan kasus pencabulan yang menjerat Mas Bechi.

"Kami akan memohon kepada majelis untuk menambahkan saksi tambahan. Nanti lihat bagaimana prosesnya di pengadilan," tutupnya.

Sebelumnya, Mas Bechi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga melakukan tindak pemerkosaan dan pencabulan.

Baca juga: Usai Mas Bechi Ditangkap, Menteri Muhadjir Effendy Batal Cabut Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyah

Mas Bechi akhirnya menyerahkan diri ke polisi, usai diwarnai drama penjemputan paksa oleh pihak kepolisian di kawasan Ponpes Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (7/7/2022) mulai pagi hingga malam.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved