Antrean BBM

Antrean Truk Menunggu Solar Mengular di SPBU Kabupaten Sergai, Pertamina: Tidak Ada Kelangkaan

Antrean truk mengular di sejumlah SPBU yang ada di kawasan Kabupaten Serdangbedagai. Pertamina mengklaim tidak ada kelangkaan

TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Antrean truk di jalan lintas Medan - Tebingtinggi yang memicu kemacetan. Terlihat beberapa petugas kepolisian mengatur jalannya lalu lintas, Jumat (15/7/2022) / TRIBUN-MEDAN/ ANUGRAH 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Antrean panjang truk terjadi di depan SPBU Sei Jenggi dan SPBU Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (15/7/2022).

Puluhan truk tersebut terlihat sedang mengantre pengisian bahan bakar solar di SPBU 14207175 yang terletak di jalan lintas Medan - Tebingtinggi. 

Pantauan Tribun-medan.com, antrean panjang mulai terjadi sejak pagi hari tadi.

Hal ini pun membuat ruas jalan termakan badan truk dan mengakibatkan kemacetan.

Bahkan, antrean truk mengular mencapai sepanjang hampir 200 meter.

Baca juga: Luhut Ungkap Besaran Subsidi BBM untuk Mobil dan Motor, Cari Cara Agar APBN Tak Jebol

Menanggapi hal tersebut, Pjs Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Agustiawan menyampaikan saat ini stok bahan bakar jenis solar tersedia, dan tidak ada kelangkaan.

Sehingga hal itu bukan menjadi penyebab terjadinya kemacetan truk di jalan lintas Medan - Tebingtinggi. 

Bahkan, untuk distribusi solat juga lancar hingga tujuh hari kedepan.

Maka terkait ketersediaan stok bahan bakar solar tersebut, Agustiawan menyampaikan mungkin saja stok solar di SPBU tersebut sudah habis sesuai kuota yang ditetapnya. 

"Distribusi stok sampai saat ini lancar tetapi mungkin karena disana daerah perlintasan sehingga banyak truk yang melintasi memenuhi badan jalan. Kedua kita memang mengirim distribusi berdasarkan kuota spbu, jadi bisa saja mungkin belum sampai sore hari sudah habis, " tuturnya saat dihubungi Tribun-medan.com.

Baca juga: INI Harga BBM Terbaru di 34 Provinsi, Ternyata Segini Harga Aslinya Jika Tidak Disubsidi Pemerintah

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait kuota bahan bakar di SPBU, sebut saja kuota yang diberikan sebanyak delapan kilometer, namun apabila sudah terjadi penghabisan pada pagi hari, maka pihak SPBU tidak diperbolehkan untuk melakukan penambahan kecuali permintaan dari pihak SPBU

Dan apabila seandainya SPBU tersebut melebihi kupra yang sudah ditentukan, maka pihaknya akan mendapatkan denda biaya perekonomian dan selisihnya seharga dengan BBM non subsidi. 

"Oleh karena itu, maka SPBU harus mampu melakukan agar kuota yang diberikan tersebut cukup sampai satu hari. Kami sampaikan stok bahan bakar minyak cukup dan tahan hingga 7 hari kedepan aman, hanya saja tinggal pengawasannya dilapangan yang diperhatikan," pungkasnya (cr9/Tribun-Medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved