TRIBUNWIKI
SOSOK Avalon Theory, Musisi Emo Asal Medan, Rilis Single Perdana Berjudul Morose and Distraught
Lirik dan pesan di lagu ini yang begitu ekspresif dan sentimental memang berjodoh dengan genre ini.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Musisi emo solo asal Medan, Avalon Theory memulai debutnya dengan merilis single pertamanya yang berjudul “Morose and Distraught” yang artinya murung dan putus asa.
Lagu ini menceritakan kisah seseorang yang mengalami ketidakpastian dalam suatu hubungan asmara; terkadang menghilang namun terkadang muncul kembali, namun tidak pernah bersua di situasi yang bersamaan.
Seperti penggalan lirik ini, “I try my best to ignore you but you keep coming back…and I keep running back…(Aku menghindarimu sebisa mungkin, tetapi engkau terus datang kembali…dan aku tetap pergi…)”.
Ketidakpastian ini pun menjadi kekesalan dan kemarahan tersendiri yang ditumpahkan menjadi single perdana Avalon Theory. Untuk musik, Avalon Theory memang menjunjung tinggi genre Emo sebagai nafasnya, khususnya Midwest Emo.
Dashboard Confessional, American Football, dan Mae menjadi referensi dominan baginya. Lirik dan pesan di lagu ini yang begitu ekspresif dan sentimental memang berjodoh dengan genre ini.
Progresi chord khas Emo pun sungguh terdengar jelas di lagu ini. Pilihan untuk menggunakan gitar akustik juga sengaja dibuat agar lagu ini mudah didengar dan diterima tanpa menghilangkan kekhas-an Emo itu sendiri.
Di single “Morose and Distraught” ini, Avalon Theory memilih Tengku Ariy sebagai produser dan Ringo Records sebagai tempat rekaman. Hal ini pun dikarenakan Avalon Theory dan sang produser memiliki kedekatan emosional sejak tahun 2007 silam. Avalon Theory menargetkan untuk merampungkan EP Album di tahun ini juga.
Ia berharap dengan lahirnya single ini semoga bisa membangkitkan kembali era Emo di kota Medan yang sempat berjaya
sekitar tahun 2006 sampai dengan 2010 dan pernah merajai berbagai panggung, seperti gigs, festival, pensi, sampai pada acara ulang tahun.
Single “Morose and Distraught” oleh Avalon Theory bisa kalian dengarkan dan nikmati di berbagai kanal digital seperti Youtube, Spotify iTunes, dan lainnya.
Baca juga: SOSOK Brigjen Pol Toga Panjaitan Melengkapi 3 Jenderal Polisi Bertugas di Sumut Saat Ini
Profil Avalon Theory
Avalon Theory merupakan proyek solo Obo Asmara, pemusik emo asal Medan yang telah melanglang buana di skena musik indie Medan sejak tahun 2005. Band pertama Obo, Security In Jail (2005 – 2010) yang bergenre emo/metal core telah melahirkan 1 (satu) mini album.
Security In Jail pernah tampil 3 (tiga) kali di Jakarta dan pernah terlibat di event Battle for Unity (2010) di Terminal Futsal, yakni gigs dua panggung yang menampilkan dua band di waktu bersamaan dan dengan genre yang sama (terkadang ada yang kolaborasi, tapi tak jarang ada yang saling ejek-ejekan.)
Pada tahun 2011, ia dan temantemannya membentuk band Alison (dream pop) dan juga telah melahirkan 1 (satu) mini album.
Obo juga merupakan pendiri komunitas Medan Indie Voice (komunitas yang sering menyelenggarakan gigs musik sekitar tahun 2008 s.d. 2012).
Di tahun 2015, ia pernah mendirikan Movement and Voice yaitu
gabungan Medan Indie Voice dan Medan Movement.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Musisi-emo-solo-asal-Medan-Avalon-Theory.jpg)