Berita Internasional

Mengantre BBM Berhari-hari, Dua Warga Sri Lanka Meninggal

Teranyar, dilaporkan pada Jumat (22/7/2022), dua warga Sri Lanka yang tengah mengantre untuk bisa mendapatkan bensin meninggal.

Tayang:
AFP PHOTO/ISHARA S. KODIKARA
Warga mengantre untuk membeli minyak tanah untuk keperluan rumah tangga di sebuah SPBU di Kolombo pada 17 Maret 2022. (AFP PHOTO/ISHARA S. KODIKARA) 

Pekan lalu, Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera memperkenalkan Tiket Bahan Bakar Nasional bagi warga untuk mendapatkan bahan bakar melalui distribusi yang teratur, menurut portal berita Economy Next.

Tiket tersebut akan memungkinkan setiap pengendara kendaraan bermotor mendapatkan jatah minimum untuk bensin atau bahan bakar minyak (BBM) lain.

Terlepas dari langkah-langkah itu, SPBU-SPBU di Sri Lanka tetap lambat mendapat pasokan dan sering terjadi bentrokan di beberapa lokasi.

Sri Lanka menerima yang pertama dari tiga pengiriman BBM pekan lalu, kata Wijesekera.

Sementara itu, inflasi Sri Lanka menanjak pada Juni menjadi 59 persen dibandingkan tahun lalu menurut Indeks Harga Konsumen Nasional Sri Lanka.

Baca juga: Unjuk Rasa Besar-besaran di Sri Lanka Memanas, Kemlu RI Pastikan Kondisi Seluruh WNI Aman

Wickremesinghe telah melakukan sejumlah pembicaraan penting dengan IMF. Pekan lalu, dia menuturkan bahwa negosiasi mendekati kesimpulan.

Sri Lanka membutuhkan sekitar 5 miliar dollar AS dalam enam bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi 22 juta penduduknya.

Warga Sri Lanka menderita kekurangan bahan makanan pokok, bensin, dan bahan bakar lain untuk memenuhi kebutuhan hidup akibat krisis parah di sana.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 2 Warga Sri Lanka Meninggal dalam Antrean Panjang Beli Bensin

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved