Kumpulan Doa

Terapi Penyembuh Pikiran, Hati dan Mental, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Dahsyatnya Al Quran

Manusia diuji Allah dengan kebahagiaan dan masalah. Di saat masalah melanda dalam hidup, maka

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Baca Al Quran Surat Allah 

TRIBUN-MEDAN.com - Manusia diuji Allah dengan kebahagiaan dan masalah.

Di saat masalah melanda dalam hidup, maka bisa membuat hati dan pikiran menjadi kacau.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan amalan untuk membersihkan hati, mental dan pikiran.

Baca juga: Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung Secara Alami, Minum Jahe Hingga Kendalikan Stres

Selain disebabkan masalah atau persoalan hidup, hati yang tak tenang bisa jadi adalah buah dari sikap dan sifat buruk yang dimiliki seseorang misalnya iri dan dengki sehingga mengendap menjadi penyakit hati.

Dalam membersihkan hati dan pikiran yang carut-marut, maka hendaknya senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pendekatan diri kepada Sang Pencipta di antaranya meningkatkan amal ibadah dan bertaubat kepada Allah SWT.

Baca juga: Datangi Rumah Gala, Nathalie Holscher Kenang Momen Vanessa Angel Injak Kakinya, Minta Jadi Anak Dewi


 
Ustadz Adi Hidayat menerangkan cara membersihkan hati dan pikiran sekaligus meluruskan niat, setidaknya ada lima hal yang dapat diterapkan dan dicontohkan kepada anak-cucu.

"Yang pertama banyak membaca dan mengkaji Alquran, fungsi membaca dan memahami bacaan Quran salah satunya membersihkan penyakit di dalam jiwa kita," jelas pendakwah yang karib disapa UAH dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Ingat Akhirat.

Selain obat fisik ada obat jiwa, yang memang sudah tidak bisa ditangani oleh makhluk, ini disebut puncak segala penawar dinamakan dengan Syifa.

Alquran adalah penghilang penyakit-penyakit di dalam jiwa sekaligus mampu menyembuhkan penyakit fisik yang sudah tidak bisa ditangani obat.

Dalil Alquran adalah obat atau penawar penyakit hati ialah Surat Al-Isra Ayat 82

Baca juga: Ini Pengakuan Nahkoda dan ABK yang Antarkan PMI Ilegal ke Malaysia, Dapat Upah Rp 14 Juta


 
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Arab-Latin: Wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā

Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

"Di antara ayat-ayat Quran, yang sering dibaca, dipahami dengan baik, dan diamalkan kandungannya maka jadi penawar bagi penyakit-penyakit jiwa, yang sering meresap ke dalam diri," terangnya.

Sekaligus menjadi rahmat atas setiap aktivitas yang dijalani sehari-hari. Orang yang hafal Quran rata-rata sulit lupa karena ingatannya terbuka.

Baca juga: Terkekang, Alasan Kopda Muslimin Tega Bayar Pembunuh Bayaran untuk Menembak Sang Istri

Ada tiga amalan yang sifatnya unik dan pahalanya besar, ibadah yang dilakukan tidak melahirkan rasa bosan, tapi cepat mendatangkan rasa kantuk adalah baca Quran.

"Yang kedua, satu amalan yang dilakukan saat bersamaan mengingat suatu yang lupa sekaligus melupakan sesuatu yang diingat, yakni shalat, saat bertakbir seharusnya ingat jumlah rakaat, namun bisa lupa dan di saat bersamaan bisa mengingat sesuatu yang lupa misalnya lupa menaruh kunci jadi ingat kembali," urainya.

Baca juga: Korupsi Pasar Waserda di Serdangbedagai, Direktur PT Duta Utama Sumatera Dituntut 5,5 Tahun Penjara

Dan yang ketiga, amalan yang semuanya bagus bila dilakuan merekatkan yang renggang sekaligus merenggangkan sesuatu yang rekat, adalah nikah.

Selanjutnya adalah memperbanyak shalat malam, misalnya Tahajud, untuk mebersihkan jiwa dan pikiran.

Dalilnya Surah Al-Muzammil ayat ke-6

إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Arab-Latin: Inna nāsyi`atal-laili hiya asyaddu waṭ`aw wa aqwamu qīlā

Artinya: Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.


Berikutnya yang dapat diamalkan yakni memperbanyak puasa. Di antara fungsi puasa adalah memperbaiki perilaku yang tidak baik, dan membersihkan penyakit jiwa yang buruk.

Lalu memperbanyak istighfar dan bertaqorub kepada Allah SWT, khusunya di pnghujung malam menjelang waktu fajar atau disebut sahar.

Dan yang terakhir, memilh teman yang baik dan berkumpul dengan orang-orang shaleh.

(*/Tribun-Medan.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved