Percobaan Pembunuhan

Empat Jarinya Putus Ditebas Parang, Pria Ini Pertanyakan Alasan Polisi tak Juga Tangkap Pelaku

Seorang pria dibacoki dan nyaris dibunuh dua orang laki-laki hingga kehilangan empat jari tangannya

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Fandi Ahmad, korban pembacokan oleh pelaku yang masih berkeliaran saat mempertanyakan laporannya ke Polsek Patumbak, Senin (1/8/2022). Dia mendesak polisi segera menangkap pelaku. 

TRIBUN-MEDAN.COMMEDAN-  Fandi Ahmad, korban pembacokan dan percobaan pembunuhan kehilangan anggota tubuhnya, setelah empat jarinya putus ditebas parang.

Sayangnya, para pelaku yang menyebabkan empat jarinya putus tidak ditangkap Polsek Patumbak.

Gegara kasus ini, Fandi pun mendatangi Polsek Patumbak bersama rekan dan saudaranya, Senin (1/8/2022).

Ia datang mempertanyakan laporannya ke Polsek Patumbak, karena pelaku tak kunjung ditangkap, padahal laporan sudah dibuat sejak 30 Juni lalu.

Baca juga: Bacok Terduga Maling Ayam Pakai Parang, Pria Ini Dituntut Dua Tahun Penjara

Ia menduga polisi tak serius menyelidiki kasusnya karena membiarkan pelaku, Julianus Tarigan dan Edi Tansil bebas.

Abang korban, Kasman mengatakan adiknya merasa ketakutan karena sering melihat pelaku.

Mereka pun mendesak agar polisi segera menangkap pelaku yang membacok tangan sebelah kiri adiknya hingga empat ruas jarinya putus.

"Karena ini sudah upaya pembunuhan. Ini jari-jarinya sudah putus dan dibacok diperut ada, dileher ada," ucap Kasman, Senin (1/8/2022).

Baca juga: Sadis, Hanya Karena Tak Dilayani saat Pesan Kopi, Pria Ini Bacok Pemilik Warung hingga Tewas

Korban pembacokan, Fandi Ahmad mengatakan akibat pembacokan tersebut empat jarinya putus ditebas kelewang.

Ia bercerita peristiwa pembacokan itu terjadi pada 30 Juni lalu setelah sebelumnya sempat terjadi cekcok dengan pelaku.

Pelaku disebut sering membuat onar hingga akhirnya ditegur dan belakangan tak terima dan melakukan penyerangan.

Saat itu pelaku datang ke tempat warung kopi tempatnya bekerja bersama teman-temannya sekitar sembilan orang dan langsung membacoknya secara membabi buta.

Baca juga: KASIHAN, Bocah 14 Tahun di Medan Dianiaya Sekelompok Remaja, Jari Tangannya Putus dan Luka Bacok

Akibat peristiwa tersebut ia pun sempat dirawat karena leher, lengan dan perutnya turut terkena bacokan senjata tajam.

"Yang bacok saya sekitar 9 orang, dan saya ada yang kenal dan pas buat laporan sudah saya sebut, termasuk yang membacok saya," ucapnya.

Usai mempertanyakan laporannya, polisi yang bertugas di dalam meminta mereka berkordinasi dengan pembantu Kanit Reskrim. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved