Breaking News:

Berita Samosir

Vandiko Gultom Minta Polisi Buru dan Penjarakan Pembakar Hutan di Samosir

Penandatanganan kerjasama dilaksanakan dalam rapat koordinasi PPKM, PKM dan Karhutla di Aula Mapolres Samosir, Rabu (3/8/2022).

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/ HO
Suasana pertemuan antara Forkopimda Samosir dengan pihak KPH 13 Doloksanggul pada Rabu (3/8/2022) yang membicarakan soal karhutla.  

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Samosir bersama Kepala KPH 13 Dolok Sanggul dan DAOPS Manggala Agni menandatangani pernyataan sikap yang dituangkan dalam kesepakatan bersama guna penanganan, pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Samosir.

Penandatanganan kerjasama dilaksanakan dalam rapat koordinasi PPKM, PKM dan Karhutla di Aula Mapolres Samosir, Rabu (3/8/2022).

Dalam pernyataan tertulis Dinas Kominfo Samosir yang diperoleh tribun-medan.com pada Kamis (4/8/2022), terdapat 9 point pada kesepakatan bersama tersebut.

  1. Pertama, bersama membentuk satgas penanganan, pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Samosir.
  2. Kedua, bersama menyusun struktur satgas penanganan, pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
  3. Ketiga, bersama merencanakan dan pengelolaan Anggaran Satgas.
  4. Keempat, melaksanakan gelar personil dan sarana prasarana penanganan Karhutla.
  5. Kelima, bersama melaksanakan patroli pencegahan karhutla, himbauan dan sosialisasi pencegahan, penanganan dan penanggulangan karhutla serta sosialisasi hukum karhutla mulai tingkat desa/ kelurahan hingga tingkat dusun/lingkungan.
  6. Keenam, bersama melaksanakan penanganan, pencegahan dan penanggulangan peristiwa karhutla yang terjadi.
  7. Ketujuh, bersama melakukan rehabilitas lingkungan pasca karhutla.
  8. Kedelapan, membantu Polri dalam melakukan penyelidikan, dan pengumpulan data untuk ungkap penyebab Karhutla.
  9. Kesembilan, bersama melakukan sosialisasi melalui media cetak dan elektronik.
Kebakaran Hutan dan Lahan di Hutan Pinus Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada Senin (1/8/2022). Kebakaran hutan dan lahan mencapai 35 hektare.
Kebakaran Hutan dan Lahan di Hutan Pinus Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada Senin (1/8/2022). Kebakaran hutan dan lahan mencapai 35 hektare. (TRIBUN MEDAN/HO)

Selanjutnya, Bupati Samosir Vandiko T Gultom meminta Polres Samosir untuk mengusut dan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Samosir.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi PPKM, PKM dan Karhutla di Aula Mapolres Samosir.

"Perlu Penindakan tegas kepada Pembakar Hutan dan lahan, untuk memberikan efek jera. Membakar hutan merupakan tindak pidana" kata Vandiko, Rabu (4/8/2022).

Untuk itu, Vandiko menginstruksikan seluruh jajaran mulai dari pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan agar aktif dalam pengawasan serta kerjasama dengan Polres Samosir.

Ia menjelaskan, pendekatan telah dilakukan kepada masyarakat melalui pembuatan himbauan dan stiker untuk tidak membakar hutan, didalamnya dijelaskan mengenai hukum pidana pembakaran hutan, namun masih saja terjadi, sehingga harus ada tindakan tegas untuk pembakar hutan.

Ia juga mengajak seluruh kalangan,  perusahaan yang ada di Samosir bekerjasama mengantisipasi kebakaran hutan.

"Pemkab Samosir akan terus berupaya dan mengerahkan personil dan pemadam kebakaran, mengantisipasi sedini mungkin," sambungnya.

"Dari paparan kehutanan, 600 ha hutan terbakar di Samsoir. Tetapi tidak satupun yang ditindak. Untuk itu saya mohon kepada Kapolres dan Kejari, Dinas Kehutanan, Manggala Agni secara bersama-sama melakukan tindakan tegas," kata Vandiko.

Terkait penanganan Covid 19 yang sudah mulai meningkat, Bupati Samosir mengatakan akan tetap menggencarkan, tracing, vaksinasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk taat protokol kesehatan. "Memang diakui masyarakat sudah mulai terlena dengan kelonggaran selama ini. Sehingga kita harus tetap memberikan himbauan dan sosialisasi"  ucapnya.

Soal Karhutla, Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon menegaskan, pasal dan ancaman terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan ada. 

"Selain penelusuran yang dilakukan polisi diharapkan, kerjasama dari semua sektor termasuk Pemkab, Kehutanan dan Manggala Agni untuk sama-sama menjaga dan mengawasi. Memberikan bahan berupa dokumentasi foto atau video untuk penindakan," ujar AKBP Josua Tampubolon.

AKBP Josua Tampubolon meminta peran mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan, forkopinca untuk aktif dan menelusuri motif dan pelaku pembakaran hutan.

"Kami mohon, semua elemen, tim satgas peduli dan bekerja nyata, melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi. Samosir sebagai ikon pariwisata harus kita dukung, sehingga kedepan tidak lagi terjadi hal seperti ini," tambahnya.

Dijelaskan, selama musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan di Samosir sebanyak 123 titik. Kecamatan Harian merupakan titik terbanyak lokasi kebakaran, bahkan ada kebakaran yang berulang dititik yang sama.

"Polres Samosir siap mengungkap kasus pembakaran hutan," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved