Penyiksaan di Kamboja
Warga Sumut di Kamboja Diduga Disekap dan Disiksa, Sempat Komunikasi dengan Anggota DPRD Binjai
Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia asal Sumatera Utara diduga disekap dan disiksa, hingga nyawanya terancam
Penulis: Muhammad Anil Rasyid |
Warga Sumut di Kamboja Diduga Disekap dan Disiksa, Sempat Komunikasi dengan Anggota DPRD Binjai
TRIBUN-MEDAN.COM,BINJAI - Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatera Utara diduga disekap dan disiksa saat bekerja di Kamboja.
Video para TKI asal Sumatera Utara yang diduga disekap dan disiksa di Kamboja kemudian viral di media sosial.
Menurut laporan, adanya TKI asal Sumatera Utara yang diduga disekap dan disiksa terjadi di satu gedung berlantai tujuh, yang ada di Kota Sihanoukville, Kamboja.
"Dalam laporannya, paspor mereka ditahan, sehingga tidak bisa bergerak kemana-mana," kata anggota DPRD Kota Binjai, Joko Basuki, Kamis (4/8/2022).
Joko mengatakan, bahwa satu diantara TKI asal Sumatera Utara yang diduga disekap dan disiksa itu merupakan warga Kota Binjai.
Warga Kota Binjai itu mengaku disekap dan disiksa, sehingga butuh pertolongan cepat.
Joko pun mengaku sempat berkomunikasi dengan warga Kota Binjai itu pada Rabu (3/8/2022) malam.
"Mereka dikurung dalam satu gedung, juga disetrum. Kami komunikasi terburu-buru dan terputus karena mereka ketakutan," kata Jobas.
Ia mengatakan, setelah video yang dibagikannya di media sosial viral, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja sudah menanggapi.
"Saya sudah telepon KBRI Pak Dudung, sudah dikondisikan mereka setelah video saya viral. Ada 83 warga Indonesia di sana dan sudah didata," ujar Jobas.
Sayangnya, dia belum tahu berapa jumlah masyarakat Binjai yang tengah terkurung di sana.
"Belum tahu berapa orang Binjai. Di sana juga ada orang Langkat dan Medan," ucap Jobas.
Menurut dia, anak Binjai yang bekerja dan terkurung di Kamboja baru beberapa bulan bekerja.
Alasan mengapa disekap, menurutnya karena mereka (TKI) bekerja tidak capai target setiap bulan.