17 Hilang dan 121 Terluka dalam Kebakaran Depot Minyak yang Disambar Petir
Ketujuh belas orang yang hilang merupakan petugas pemadam kebakaran Kuba yang berada di daerah terdekat dan berusaha menghentikan penyebaran api.
"Kami di sini untuk membantu pencegahan risiko dan memadamkan api dengan air dan busa," kata Brigadir Jenderal Juan Bravo, penanggung jawab ekspedisi.
Penerbangan Conviasa juga tiba dari Venezuela dengan 35 petugas pemadam kebakaran, spesialis dan teknisi dari Petroleos de Venezuela, S.A. (PDVSA), membawa 20 ton busa dan bahan kimia lainnya.
Pejabat kesehatan provinsi Luis Armando Wong mengatakan pada konferensi pers Sabtu (6/8/2022) malam bahwa mayat pertama telah ditemukan di lokasi.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel telah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Meksiko, Venezuela, Rusia, Nikaragua, Argentina dan Chili atas bantuan mereka.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petir Sambar Fasilitas Minyak Kuba, Kobaran Api Tak Terkendali, 17 Hilang dan 121 Terluka"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Api-dan-asap-membumbung-dari-Pangkalan-Supertanker-Matanzas.jpg)