Breaking News:

Pemkab Dairi

Ketua Dekranasda Romy Mariani Eddy Berutu Sebut Tenun Ulos Dairi Terancam Habis, Ini Penyebabnya

Keberadaan kain ulos Silahisabungan di Kabupaten Dairi saat ini sudah mulai terancam habis.

Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Satia

TRIBUN-MEDAN.COM, SILAHISABUNGAN - Keberadaan kain ulos Silahisabungan di Kabupaten Dairi saat ini sudah mulai terancam habis.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Romy Mariani Eddy Berutu.

Menurutnya, terancamnya keberadaan ulos tersebut disebabkan oleh minimnya partonun atau penenun.

"Sekarang partonun sudah tua - tua. Jadi terancam juga keberadaan ulos ini, "ujarnya kepada Tribun Medan.

Apalagi, penenun saat ini memiliki keterbatasan dalam menggatip (membuat motif). Apalagi, saat ini jumlah partonun yang ada di Kecamatan Silahisabungan sebanyak 15 orang saja, dengan rata - rata usia 40 tahun ke atas.

"Partonun yang ada saat ini juga masih terbatas juga jumlahnya yang bisa menggatip atau membuat motif, " Ungkapnya.

Lanjut Romy, saat ini permintaan pasar tentang ulos juga termasuk tinggi. Akan tetapi, minimnya penenun membuat stok kain ulos juga sedikit.

"Kemarin itu kita juga ikut pameran Inakraf. Dalam pameran itu Kabupaten Dairi juga ikut. Menurut laporan Inakraf, Kabupaten kita lah yang paling banyak penjualannya saat itu. Akan tetapi, jika produksi kita tidak sustain, tapi produksinya tidak tersedia maka itu akan menjadi boomerang buat kita, " Tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Disperindagkop UMKM, Iwan Taruna Berutu menyampaikan akan memberikan pelatihan kepada kaum - kaum muda untuk mempelajari cara bertenun.

"Dalam waktu dekat ini kami akan melatih kaum - kaum muda. Kami akan mengajak para siswa SMK yang ada di Kabupaten Dairi untuk ikut bagaimana melestarikan tenun ini, "  Ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved