Ekspor Sumut Melonjak Capai 65 Persen, Namun Masih Babak Belur Imbas Kebijakan DPO dan DMO

Nilai ekspor di Sumatera Utara mengalami pelonjakan yang cukup signifikan hingga 65 persen.

HO / Tribun Medan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat mengikuti pelepasan ekspor komoditi pertanian di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Belawan, Medan, Sabtu (14/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nilai ekspor di Sumatera Utara mengalami pelonjakan yang cukup signifikan hingga 65 persen.

Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin menyampaikan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor Sumut mencapai US$1,26 miliar per Juni.

Jumlah ekspor ini naik 65,87 persen dibanding Mei 2022 seharga Rp US$761,86 juta.

"Ada kenaikan ekspor pada Juni sebesar US$1,26 miliar. Tentunya disini kita melihat bagaimana sektor industri masih mendominasi share ekspor kita di Juli 2022 sebesar 95,19 persen," ungkapnya, Jumat (12/8/2022).

Sementara itu, bila dilihat secara YoY, kenaikan nilai ekspor mencapai 43,30 persen dibanding Juni 2021.

Ia mengatakan bahwa ekspor CPO di Sumut sudah mulai menggeliat kembali.

Hal ini dapat terlihat dengan adanya share ekspor lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$572,01 juta yang mencakup 45,27 persen.

"Tentunya ekspor CPO kita sudah menggeliat dan kembali normal. Mudah-mudah sudah kembali seperti sebelum aturan yang membatasi ekspor CPO dan membaik di bidang ekonomi pastinya," tuturnya.

Terkait ekspor ini, Ekonom Sumut Gunawan Benjamin menyebutkan bahwa data ini justru mengalami penurunan dari realisasi ekspor pada April 2022.

"Tetapi kita tidak perlu senang dahulu dengan realisasi peningkatan ekspor sebesar itu. Karena toh pada dasarnya realisasi ekspor pada bulan juni yang sebesar US$1,26 Milyar, masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi ekspor pada bulan april yang sebesar US$ 1,29 milyar," tutur Gunawan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved