Banjir di Medan

SEKOLAH di Sei Batang Hari Terendam Banjir, Guru-guru Ikut Bersihkan Ruangan Kelas

Guru-guru di SDN 060831 turun tangan untuk membersihkan ruangan-ruangan sekolah yang terkena banjir.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
Guru-guru sedang membersihkan ruangan perpustakaan sekolah yang terkena banjir, Kamis (18/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bukan hanya jalan, beberapa sekolah di Kota Medan alami banjir akibat hujan yang tidak berhenti sejak malam tadi.

Misalnya dari amatan Tribun Medan di UPT SDN 060831 Jalan Sei Batang Hari, Medan Sunggal alami banjir pagi ini Kamis (18/8/2022).

Guru -guru di SDN 060831 bahkan turun tangan untuk membersihkan ruangan-ruangan sekolah yang terkena banjir.

Selain itu aktivitas belajar mengajar pun tidak ada lantaran air masuk ke dalam kelas sejak pukul 00.00 WIB yang membuat ruangan menjadi kotor.

Baca juga: BANJIR di Jalan Sei Batang Hari, Banyak Kendaraan yang Mogok saat Lewati Genangan Air

Meski sudah dibersihkan, banjir masih terus menggenangi halaman, ruangan kelas dan ruang perpustakaan sekolah.

Menurut Berliana Tanjung, penjaga sekolah mengatakan bahwa sekolah ini sudah menjadi langganan banjir.

"Tadi malam turun hujan sejak pukul 01.00 WIB dini hari tadi sudah banjir sehingga sejak tadi malam hingga saat ini kami belum ada tidur karena mengawasi air banjir yang makin lama makin naik" jelasnya.

Dikatakan Berlina banjir tersebut bukan hanya berada di luar saja melainkan di bagian dalam kelas.

"Padahal udah kami tinggikan di pintu gerbang sekolah dan juga ada batu yang kami batasi tapi air tetap masuk sampek ke ruangan kelas ruangan guru dan perpustakaan ini," jelasnya.

Menurutnya banjir yang kerap terjadi di sekolah tersebut karena di Jalan Sei Batang Hari merupakan langganan banjir.

"Jalan Sei Batang Hari ini langganan banjir sehingga apabila kendaraan lewat maka ombak air akan masuk ke sekolah akhirnya sekolah ini pun banjir," jelasnya.

Karena sudah sering banjir dikatakan Berlina pihaknya sudah mengakali berbagai cara agar debit air yang masuk tidak terlalu tinggi.

"Sudah kami akali itu dengan papan di gerbang sekolah dan meninggikan pintu masuk sekolah kalau tidak ini banjirnya bisa parah," jelasnya.

Belum lagi banjir yang masuk ke sekolah ini dikatakan Berlin membawa sampah-sampah yang membuat sekolah menjadi jorok dan kotor.

Baca juga: BERITA Populer Hari Ini, Emak-emak Ikut Lomba Tarik Tambang hingga Pertalite Naik Rp 2.350

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved