Kamaruddin Bongkar Kejanggalan CCTV
Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Kejanggalan CCTV Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J
Rekaman CCTV di rumah Ferdy Sambo disebut telah diedit, bahkan muncul isu rekaman tersebut bukan rekaman di hari kejadian.
Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Kejanggalan CCTV Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J
TRIBUN-MEDAN.COM - Rekaman CCTV di rumah Ferdy Sambo disebut telah diedit, bahkan muncul isu rekaman tersebut bukan rekaman di hari kejadian.
Hal ini mengacu pada sepatu dan sandal yang digunakan oleh Brigadir J, termasuk kaos yang dikenakan.
Terkait hal ini, Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto memberikan penjelasan.
Keraguan terkait CCTV ini disampaikan oleh pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin mengatakan, Brigadir J awalnya mengenakan sepatu, kemudian tiba-tiba berganti menjadi sandal.
Ia curiga, video itu merupakan video beberapa bulan atau beberapa minggu sebelum kejadian kemudian diedit dan dibuat seolah-olah menjadi video di hari kejadian.
Kamaruddin menambahkan, tidak mungkin Brigadir J menggunakan kaos lantaran baru saja pulang dari pengawalan.
Menurutnya, seorang ajudan tak mungkin mengenakan kaos saat sedang bertugas.
Pakaian Brigadir J saat pembunuhan terjadi juga masih belum diketahui hingga saat ini.
Menurutnya, setelah pemakaman, ada pihak kepolisian yang mengantarkan sepatu milik Brigadir J.
Anehnya, sepatu dan sandal itu terlihat utuh dan bersih tanpa bercak darah sedikitpun, padahal kaki Brigadir J tertembak.
Terkait hal ini, Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto masih belum bisa memastikan dan mendesak agar dibuktikan secara scientific dengan ahli digital forensik.
"Kompolnas melihat bisa iya bisa tidak. Oleh karena itu, Kompolnas mendesak agar secara scientific dibuktikan. dengan ahli forensik digital."
Albertus menegaskan, ahli digital forensik harus jujur karena menjadi pertaruhan kredibilitas keahliannya.