Brigadir J Ditembak Mati
Arist Merdeka Sirait dan Deolipa Yumara Sindir Telak Kak Seto, Ingatkan Jangan Pencitraan
Belakangan ini Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mendadak menjadi sorotan.
"Kecuali jika anak-anak Ferdy Sambo adalah yatim-piatu barulah mereka berhak mendapatkan perhatian penuh. Sebab anak-anak Sambo bukanlah anak yatim piatu. Anak-anak Sambo adalah anak dari keluarga besar, ada kakek dan nenek, kakak, paman dan bibinya," pungkas Artist dalam tayangan InsertLive TransTV.
Arist Merdeka Sirait memberikan masukan agar anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati lebih baik mendapat pengasuhan serta perlindungan dari pihak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, juga pantauan dari keluarga besar keduanya.
"Hal ini lebih baik dilakukan untuk menghindari aksi bully yang mungkin saja didapatkan oleh anak-anak Ferdy Sambo. Komnas Perlindungan Anak akan merekomendasi agar anak-anak dari Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati diserahkan kepada negara yakni Kementerian PPPA dan keluarga Sambo dan Putri untuk mendapat pengasuhan dan perlindungan anak dari bullying," jelas Arist.
Alasan Kak Seto Sambangi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Kak Seto menyebut kondisi anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati dalam keadaan tertekan akibat perundungan. Hal ini setelah kedua orangtuanya ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Nah saya salah satu intinya pertama ya mohon anak-anak dilindungi untuk tidak buka media sosial dulu, kemudian kedua kalau di lingkungan sekolah ya sementara ya mungkin jalur pendidikan informal," kata Kak Seto dikutip Tribunnewsmaker.com.
Menurutnya, media sosial sudah melakukan bullying atau perundungan kepada anak Ferdy Sambo karena memunculkan wajahnya.
Kak Seto juga menduga ada bullying secara psikologis dengan pandangan sinis, dijauhi dan beberapa komentar yang sedikit nyelekit ke anak Ferdy Sambo.
"Kalau pun itu dilakukan kami juga punya kegiatan PKBM atau home schooling yang bisa membantu bagi anak yang bermasalah dengan pendidikan formalnya, supaya tidak tertinggal begitu," ucapnya.
Namun demikian, Kak Seto belum bertemu anak-anak dan istri Ferdy Sambo. Ia baru akan dijadwalkan pertemuan dan berharap dengan adanya pertemuan nanti bisa memberikan perlindungan. "Makanya kami akan tunggu besok itu kalau kemudian dimungkinkan misalnya kami mempunyai jalur langsung bisa bertemu dengan anak-anak tersebut ya kami bisa saja melakukan untuk sekadar mengetahui bagaiamana sih dan sebagainya," terangnya.
(*/tribun-medan.com/GridPop.ID)