JEJAK Mentereng Karir Ferdy Sambo Sang Jenderal Bintang 2 Termuda dalam Sejarah Polri
Karier mentereng Irjen Ferdy Sambo, jenderal bintang 2 termuda dalam sejarah Polri, sepertinya akan berakhir antiklimaks.
TRIBUN-MEDAN.com - Karier mentereng Irjen Ferdy Sambo, jenderal bintang 2 termuda dalam sejarah Polri, sepertinya akan berakhir antiklimaks.
Ferdy Sambo kini diadili dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), Kamis (25/8/2022). Pada sidang etik ini Sambo terancam diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat.
Pembunuhan terhadap ajudannya sendiri, Brigadir J menjadi petaka bagi Ferdy Sambo. Bukan cuma kariernya yang padam, tapi juga menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.
Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menyebut total saksi yang dihadirkan dalam sidang etik Ferdy Sambo sebanyak 15 orang. Mereka antara lain Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali, Kombes Agus Nurpatria, Kombes Susanto, Kombes Budhi Herdi.
Tiga tersangka kasus pembunuhan Brigadir J turut dihadirkan, yakni Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf, dan Bharada Richard Eliezer.
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Sambo dipimpin oleh Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Ahmad Dofiri.
Sementara anggota sidang KKEP antara lain Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto, Kadiv Propam Polri Irjen Syahardiantono, Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri Irjen Rudolf Alberth Rodja, dan Gubernur PTIK Irjen Yazid Fanani.
Keputusan sidang etik terhadap Sambo bakal diumumkan langsung oleh Ketua KKEP Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri pada hari ini.
Karier Ferdy Sambo
Ferdy Sambo bukanlah sosok sembarangan di institusi Polri. Dia tercatat sebagai jenderal bintang dua termuda dalam sejarah Polri.
Ferdy Sambo lahir di Barru, Sulawesi Selatan pada 19 Februari 1973. Ferdy Sambo lulus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Awal karir Ferdy Sambo dimulai sebagai Perwira Pertama (Pama) di Lemdiklat Polri. Ia menapaki karir di dunia reserse kawasan Jakarta Timur selama 8 tahun. Pada 2003 Sambo ditugaskan di wilayah hukum (wilkum) Polda Jabar.
Setelah 5 tahun di wilkum Polda Jabar, Ferdy Sambo kembali ditugaskan di Ibu Kota. Ia didapuk sebagai Kasatreskrim Polres Jakarta Barat pada 2010.
Karier Ferdy Sambo terus bersinar. Ia dipercaya menjabat Kapolres di Purbalingga tahun 2012 dan Kapolres Brebes 2013.
Setelah itu, Ferdy Sambo menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tahun 2015. Saat itulah nama Ferdy Sambo mulai melambung. Pasalnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang saat itu dipimpin Krishna Murti berhasil membongkar sejumlah kasus besar, antara lain bom Sarinah dan kopi sianida.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sidang-Etik-Ferdy-Sambo.jpg)