Ferdy Sambo Minta Maaf Berkali-kali ke Polri, Tapi Tak Sekali Pun kepada Keluarga Brigadir J

Ferdy Sambo minta maaf lagi kepada institusi Polri dan rekan-rekannya di Korps Bhayangkara tersebut.

Editor: Juang Naibaho
kompas.com
Melalui surat yang ditulis tangan, Ferdy Sambo minta maaf kepada Polri dan rekan-rekannya di Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir J. 

Saat diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Polri, Ferdy Sambo secara lantang menyebutkan bahwa kematian Brigadir J tak lepas dari perbuatannya terhadap Putri Candrawathi.

“Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Yoshua, semoga keluarga diberikan kekuatan. Namun semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan saudara Yoshua kepada istri dan keluarga saya,” kata Ferdy Sambo di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022).

2. Lewat Surat Usai Jadi Tersangka

Pernyataan kedua disampaikan Ferdy Sambo setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Melalui surat yang dibacakan pengacaranya, Arman Hanis, Kamis (11/8/2022) malam, Ferdy Sambo kembali minta maaf kepada Polri.

Kali ini, Sambo mengakui tentang rekayasa kejadian dalam kasus penembakan Brigadir J.

Namun, Sambo konsisten bahwa peristiwa penembakan di Duren Tiga menyangkut harkat dan martabat keluarganya.

"Saya adalah kepala keluarga, dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang saya cintai," demikian surat Ferdy Sambo.

3. Surat Jelang Sidang Etik

Menjelang sidang etik, Ferdy Sambo kembali minta maaf melalui surat. Dalam surat yang ditulis tangan itu, Sambo memohon maaf kepada institusi Polri dan para seniornya di Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Surat tersebut beredar bersamaan dengan sidang etik yang dia jalani di kepolisian, Kamis (26/8/2022). Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, membenarkan bahwa surat itu merupakan surat yang dituliskan oleh kliennya.

Berikut isi surat Ferdy Sambo :

Surat permintaan maaf Ferdy Sambo, 22 Agustus 2022.
Surat permintaan maaf Ferdy Sambo, 22 Agustus 2022. (kompas.com)

Jakarta, 22 Agustus 2022
Perihal: Permohonan maaf kepada senior dan rekan perwira tinggi perwira menengah perwira pertama dan rekan Bintara

Rekan dan senior yang saya hormati

Dengan niat yang murni, saya ingin menyampaikan rasa penyesalan dan permohonan maaf yang mendalam atas dampak yang muncul secara langsung pada jabatan yang senior dan rekan-rekan jalankan dalam institusi Polri atas perbuatan saya yang telah saya lakukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved