Berita Seleb
HOTMAN Paris Sebut Ferdy Sambo Bisa Lepas dari Jeratan Pasal Pembunuhan Berencana, Ini Alasannya
Hotman Paris vokal menyuarakan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ia pun menyinggung kasus yang menyeret nama Ferdy Sambo.
TRIBUN-MEDAN.com – Pengacara kondang Hotman Paris vokal menyuarakan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, kini pernyataannya pun terus menjadi sorotan publik.
Lantaran, Hotman Paris menyinggung kasus yang menyeret nama Ferdy Sambo yang kemungkinan tak dikenai pasal pembunuhan berencana Brigadir J.
Hotman Paris mengatakan jika dalam keadaan emosi kemudian lanjut dengan peristiwa penembakan, berarti emosi spontan dan bisa saja bukan kena padal 338.
Menurut Hotman Paris, hal ini harus sesuai dengan saksi dalam BAP dan jika benar apabila seorang jenderal menangis usai istrinya mengadu begitu sampai rumah pribadi.
“Itu yang saya dengar, kata saksi di BAP. Kalau itu benar, dari segi hukum sangat mempengaruhi,” sambungnya.
Maka hal ini akan dipakai pengacara Ferdy Sambo, bahwa bukan terjadi pembunuhan berencana.
“Karena apa? Dari keadaan emosi kemudian lanjut dengan peristiwa penembakan. Berarti apa? Emosi spontan, berarti bisa kena bukan pasal 338,” ujarnya menjelaskan.
“Karena bayangkan seorang Jendral menangis usai istrinya mengadu begitu sampai di rumah prbadi,” sambungnya.
"Saya nggak tahu, saksi benar nggak bilang itu di BAP. Kalau itu benar, itu akan dipakai pengacaranya Sambo bahwa bukan pembunuhan berencana. Istri menangis beberapa menit kemudian dor," imbuhnya.
Sontak saja, Hotman Paris meminta para jaksa untuk berhati-hati dalam menjerat pasal untuk Ferdy Sambo dalam persidangan nanti.
"Kalau itu benar, jaksa harus hati-hati karena pengacara Sambo bisa pakai itu, bahwa ini bukan pembunuhan berencana. Seorang suami yang istrinya digituin, kalau benar yah, langsung menangis, langsung bertindak," terang Hotman Paris.
Tak hanya itu, Hotman Paris memberikan penjelasan terkait pernyataan tersebut dalam media sosial Instagram pribadinya, pada Minggu (28/8/2022).
Hotman Paris mencoba mengedukasi dengan membandingkan dua kasus.
Pertama, tentang seorang suami yang punya wanita selingkuhan dan istri yang dilecehkan oleh pegawai atau stafnya.
"Kalau seorang suami yang punya pacar lain kemudian dibocorkan oleh stafnya, apakah dia akan marah dan membunuh stafnya?" ucap Hotman Paris.