Brigadir J Ditembak Mati

TERUNGKAP 7 Fakta Adegan Rekonstruksi, Ferdy Sambo dan Putri Menolak Dihadapkan dengan Bharada E

Anehnya, tersangka Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi menolak saat mau dihadapkan dengan Bharada E, eksekutor pembunuhan Brigadir J.

Editor: AbdiTumanggor
Ho/ Tribun-Medan.com
Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo menolak dihadapkan dengan Bharada E saat dilakukan rekonstruksi 

"Kamu kurang ajar sama ibu," kata Sambo lagi.

"Kurang ajar apa komandan?" jawab Brigadir J lagi.

Merasa tak mau mengakui perbuatannya dan menantang dirinya, Ferdy Sambo pun memerintahkan Bharada E untuk menembak.

"Hajar Chard," kata Ferdy kepada penyidik yang memeriksanya.

Lalu Richard kemudian melepaskan tembakan dari jarak sekitar 2 meter sebanyak lima kali.

"Kejadian terebut disaksikan oleh Bripka Ricky dan Kuat," kata Sambo dalam keterangannya.

Cerita versi Ferdy Sambo ini berbeda dari keterangan Bharada E dan juga dengan keterangan yang pernah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada publik.

Kapolri sempat menyatakan bahwa fakta yang ditemukan tim khusus bentukannya adalah Bharada E menembak Yosua atas perintah Ferdy Sambo.

2. Putri tertunduk dan Kuat Maruf Gelisah

Dalam proses rekonstruksi, istri Sambo, Putri Candrawathi, juga memperagakan sejumlah adegan. Salah satu adegan yang direka ulang yakni pembicaraan antara Putri dengan suaminya di ruangan Sambo di lantai 3 rumah pribadi keduanya di Jalan Saguling.

Dalam ruangan itu, Putri duduk di sofa berdampingan dengan Sambo. Putri yang berbaju putih tampak menundukkan kepalanya. Tak lama, dia seperti menyekakan tangan ke wajah. Namun, tidak jelas apakah Putri meneteskan air mata atau tidak.

Sambo, dengan tangan terikat, lantas memeluk Putri. Dia juga mencium kepala istrinya. Putri pun menyambut pelukan Sambo. Selama beberapa detik, dia membenamkan wajah di pelukan suaminya.

Tak terdengar apa yang dibicarakan pasangan suami istri itu. Setelahnya, tampak Sambo mengeluarkan alat komunikasi handy talkie (HT). Diduga, dia memanggil tiga anak buahnya untuk membicarakan rencana pembunuhan, yakni Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf.

Saat adegan 1 hingga 16 kejadian di Magelang, Putri dan sopirnya, Kuat Maruf, tampak lebih pro aktif menjelaskan adegan kepada penyidik.

Dalam adegan Kuat Maruf juga masuk ke kamar bersama Putri. Di kamar diklaim untuk membicarakan masalah Brigadir J. Putri menelepon Bripka RR dan Kuat Maruf menelepon Sambo.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved