Bupati Labusel Ngamuk
AROGAN, Bupati Labusel Mengamuk, Mengumpat Katai Warganya Monyet
Bupati Labusel, Edimin mengamuk sambil mencak-mencak usir warganya. Edimin mengumpat katai warganya monyet
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Bupati Labusel, Edimin terekam kamera saat mengamuk dan mengumpat katai warganya monyet.
Belum jelas kenapa Bupati Labusel, Edimin mengamuk dan katai warganya monyet.
Dari rekaman video yang beredar, Bupati Labusel itu mendorong seorang lelaki, dan meminta petugas Satpol PP yang ada di dekatnya untuk segera mengusir masyarakat.
Baca juga: PRIA yang Dikatai Bencong Protes dan Minta Polisi Segera Tangkap Anak Bupati Labusel
Terkait hal ini, Tribun-medan.com masih berupaya mengonfirmasi lelaki yang anaknya pernah tersandung kasus UU ITE tersebut.
Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah orang datang mengendarai mobil.
Lalu beberapa diantaranya turun.
Saat turun dari mobil, seorang pria berjambang panjang lantas diusir dan didorong oleh Edimin.
Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Janji Tegur Bupati Labusel Soal Aturan Surat Vaksin Untuk Ambil Gas Elpigi
Ia mengamuk sejadi-jadinya dan mengumpat dengan kata-kata kasar.
"Cepat, cepat keluarkan, cepat usir, kau pulang kau monyet," teriak Edimin sambil mendorong pria itu.
Kemudian, Edimi terlihat sedang sibuk memegang handphone miliknya dan terlihat berusaha menghubungi seseorang.
Tidak hanya mengusir dan mengumpat warganya, Bupati Labusel ini juga memarahi sejumlah petugas Satpol PP.
Baca juga: Bupati Labusel Minta Distributor Elipiji 3 Kg Tidak Layani Warga Miskin Sebelum Vaksin
Terdengar kata-kata kasar dilontarkan Edimin pada petugas Satpol PP yang berjaga.
Dalam rekaman terdengar, bahwa warga yang diusir itu cuma ingin bertemu Bupati Labusel.
"Kawan-kawan mau bertamu di rumah ayah, kami tidak boleh bahkan di usir dengan keras kejam. Mobil saya itu di pukul sama bapak Bupati," kata pria yang diusir oleh bupati tadi.
Pernah minta warga miskin tidak usah dilayani
Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Edimin menerbitkan surat imbauan kepada distributor atau pangkalan gas untuk tidak layani warga miskin atau kurang mampu yang belum jalani vaksin.
Surat imbauan itu tertuang dengan nomor 541/718/Ekon/2022 yang berlaku sejak Kamis (17/3/2022) lalu.
Menurut informasi, terbitnya imbauan ini ditengarai untuk meningkatkan persentase penyaluran vaksin kepada masyarakat di sana.
Edimin pun berencana melakukan evaluasi kepada pangakalan gas yang tidak menjalankan surat imbuan tersebut.
Baca juga: Pria yang Berseteru dengan Anak Bupati Labusel Ungkap Sempat Diteror Sebelum Mobilnya Dibakar
"Dalam rangka mensukseskkan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh warga negara Republik Indonesia, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan," tulis Bupati Labusel Edimin dalam petikan surat yang dilihat Tribun-medan.com, Senin (21/3/2022).
Dalam suratnya, Bupati yang anaknya dilaporkan dalam kasus pelanggaran UU ITE ini mengimbau agar seluruh masyarakat mengikuti program vaksinasi oleh pemerintah.
"Dengan ini diimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Selatan untuk mengikuti program pemerintah vaksinasi Covid-19," tulis surat itu.
Baca juga: Pembakar Mobil Pria yang Berseteru dengan Anak Bupati Labusel Masih Bebas Berkeliaran
Edimin lantas meminta agar masyarakat menunjukan kartu atau sertifikat vaksin saat membeli elpiji bersubsidi.
Dan bagi masyarakat yang tidak dapat menunjukan kartu vaksin, Edimin lantas meminta pangkalan gas elpiji menunda penjualan gas
"Bagi warga yang tidak dapat menunjukkan kartu/serfikat vaksin Covid-19 pada saat jual beli LPG bersubsidi 3 Kg, dihimbau kepada seluruh pangkalan LPG yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, agar menunda penjualan LPG 3 Kg kepada yang bersangkutan sampai dengan yang bersangkutan dapat menunjukkan kartu/sertifikat vaksinnya," tutup Edimin dalam suratnya.
Anak perempuannya tersandung UU ITE
Anak perempuan Bupatoi Labusel bernama Nia Lim sempat tersandung kasus UU ITE.
Saat itu, Nia Lim dilaporkan oleh Andi Syaputra Nasution.
Andi Syahputra Nasution tidak terima dikatai bencong.
Bahkan, setelah dia melaporkan kasus ini ke polisi, tiba-tiba saja Andi mendapatkan teror dari orang tidak dikenal.
Mobil miliknya dilempar bom molotov dan terbakar.
Pada Selasa, 5 April 2022 lalu, Andi sempat mendatangi Polda Sumut bersama dua anak dan istrinya.
Ia mendesak agar laporannya terhadap Nia Lim diproses.
"Kedatangan kami ini meminta Dit Reskrimsus Polda Sumut, minimal keluar menanggapi apa yang ingin kami sampaikan hari ini, dan kalau bisa kami minta kepada bapak Kapolda Sumut untuk juga hadir," kata Andi kepada Tribun Medan, Selasa (5/4/2022).
Andi menuturkan bahwa, kasusnya tersebut saat ini telah bergulir selama empat bulan lamanya, tetapi belum juga ada tindakan dari pihak kepolisian.
Bahkan, pada tanggal 31 Maret 2022 yang lalu dirinya telah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), yang memberitahukan pihak Dit Reskrimsus Polda Sumut akan berkoordinasi dengan Mabes Polri.
"Saya mendapat kan SP2HP yang menjelaskan tentang laporan saya, pihak penyidik Polda Sumut akan melakukan koordinasi bersama Dittipidsiber Bareskrim Polri," sebutnya.
"Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, karena laporan kami ini mengapa bisa sampai ke Mabes Polri apa alasan Polda Sumut harus berkoordinasi dengan Mabes Polri tekait laporan saya ini," tambahnya.
Andi mengaku merasa kecewa dengan pihak kepolisian.
Ditambah lagi kasus mobil nya yang dibakar oleh orang tidak dikenal juga belum menemukan titik terang hingga saat ini.
"Kekecewaan sangat, makanya saya bawa anak dan istri saya ke Polda Sumut. Mobil saya dibakar apakah ada kaitannya sama laporan saya terhadap putri bupati Labusel saya tidak tau," ujarnya.
Ia pun berharap agar pihak kepolisian bisa segera menyelesaikan permasalahannya ini dan menangkap pemilik akun Facebook bernama Nia Lim yang merupakan putri dari Bupati Labusel itu.
"Penyidik Polda selalu mengulur-ulur untuk penetapan tersangka terhadap putri Bupati Labusel, kami anggap itu menjadi momok bagi kami. Kami merasa tidak nyaman tinggal di Labusel, kami merasa diteror," tuturnya.
Amatan tribun-medan, Andi bersama dengan keluarganya membentang dua spanduk di depan pintu masuk Polda Sumut.
Dalam spanduk tersebut tertulis 'Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia... BOHONG, Keadilan Bagi Para Penguasa dan Memberi Jasa, Jangan Berharap Keadilan Apalagi Kau Tak Memberi Imbalan'
Satu spanduk lagi adalah foto kejadian kebakaran mobilnya yang terjadi pada 27 Febuari 2022 silam.
Sebelumnya, berkaitan dengan masalah ini, anak Bupati Labusel berinisial SL mengunggah kalimat sindiran terhadap Andi Syahputra Nasution.
Adapun kata-kata yang diunggah SL di akun Facebook bernama Nia Lim itu yakni meyertakan nama Andi Syahputra Nasution dengan jelas.
"Jangan main status, kalo gentleman bayarlah utangmuuu sama bapakku berapa puluh juta ehhh. Lakilaki suka lawani perempuan apa namanya ? bencong. Dulu sehingganya lagi menjilatnya wakakaka. putus rasaku uda syarafmu. Pengen panggung kan? pengen nampak hebat kan? nih kukasih panggung Andi Syahputra Nasution,"
Berkaitan dengan kasus ini, Andi Syahputra Nasution tak menjelaskan kenapa SL bisa mengunggah kata-kata seperti itu.
Andi tak menjelaskan lebih lanjut, apakah dirinya selama ini memang punya masalah atau tidak dengan SL.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bupati-Labusel-mengamuk-katai-warganya-monyet.jpg)