News Video
Isu Pelecehan Kembali Mencuat, Komnas HAM Sebut Brigadir J Sempat Gendong Putri Candrawathi
Kejadian menggendong itu terjadi pada tanggal 4 Juli atau tiga hari sebelum dugaan pelecehan seksual terjadi, dan berujung pembunuhan Brigadir J.
TRIBUN-MEDAN.COM - Pasca rekonstruksi, isu dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi kembali mencuat.
Komnas HAM menyampaikan Brigadir J sempat menggendong Putri Candrawathi ketika masih berada di Magelang, Jawa Tengah.
Kejadian menggendong itu terjadi pada tanggal 4 Juli atau tiga hari sebelum dugaan pelecehan seksual terjadi, dan berujung pembunuhan terhadap Brigadir J.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, gendongan Brigadir J ke Putri terlihat dalam proses rekonstruksi yang digelar pada Selasa (30/8).
"Itu (Brigadir J menggendong Putri) tanggal 4 Juli, bukan 7 Juli, (sedangkan dugaan pelecehan seksual) itu tanggal 7 Juli," ujar Anam saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Kamis (1/9/2022).
Anam tak menjelaskan secara detail bagaimana awal mula Brigadir J menggendong Putri.
Namun, pihaknya menilai kejadian itu menjadi rangkaian penting dalam peristiwa dugaan pelecehan seksual.
"Itu memiliki satu rangkaian peristiwa yang juga penting gitu ya," papar dia.
Dikutip dari Kompas.com, dugaan pelecehan seksual yang dimaksud Anam terjadi pada tanggal 7 Juli.
Setelah itu, rangkaian peristiwa dilanjutkan dengan ancaman pembunuhan yang dilakukan Kuat Ma'ruf.
Kuat Ma'ruf diketahui mengancam akan membunuh Brigadir J karena dianggap telah melakukan hal yang merendahkan martabat Putri.
Anam menjelaskan, ancaman itu diterima Brigadir J pada tanggal 7 malam dan berlanjut pada keesokan harinya.
"Ancaman itu sejak awal kami temukan ancaman (Brigadir J) akan dibunuh tanggal 7 malam, terus pulang tanggal 8, lalu meninggal (terjadi pembunuhan)," imbuh Anam.
Dari temuan tersebut, Komnas HAM menyimpulkan bahwa dugaan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi benar terja di.
Namun, Anam menegaskan dugaan pelecehan tersebut tidak terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo seperti yang disampaikan polisi di awal kasus, melainkan di Magelang.