Breaking News:

Berita Sumut

Anggota DPRD Langkat Diduga Dikriminalisasi, Nasdem Sumut Minta Kapolri dan Kadivpropam Turun Tangan

Iskandar ST juga meminta agar Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit dan Kadivpropam Irjen Pol Syahardiantono untuk mengusut dugaan kriminalisasi tersebut.

Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga
Pengurus DPW Nasdem Sumut dan beberapa anggota Fraksi Nasdem DPRD Langkat saat temu pers di kantor DPW Nasdem Sumut, Jalan HM Yamin, Kamis (8/9/2022).  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Zulihartono diduga dikriminalisasi oleh aparat penegak hukum Polres Langkat.

Zulihartono yang merupakan kader Partai Nasdem ini dikenakan pasal 160 KUHP dengan tuduhan penghasutan usai menyerap aspirasi masyarakat Desa Pasiran, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Ketua DPW Nasdem Sumut, Iskandar ST mengatakan pihaknya akan melakukan perlindungan hukum terhadap Zulihartono.

Baca juga: Dituding Jadi Provokator, Anggota DPRD Langkat dari Partai Nasdem Ditangkap Polisi

Iskandar juga meminta agar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kadiv Propam Irjen Pol Syahardiantono untuk mengusut dugaan kriminalisasi tersebut.

"Tindakan ini setelah kami kaji ini merupakan bentuk kriminalisasi. Kami akan melakukan perlindungan hukum untuk salah satu kader terbaik kami. Kami akan melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum. Dan kami minta kepada Kapolri dan Kadivpropam untuk melakukan pemeriksaan langsung ke Kabupaten Langkat," ujar Iskandar ST saat temu pers di kantor DPW Nasdem Sumut, Jalan HM Yamin, Kamis (8/9/2022).

Sekretaris DPW Nasdem Sumut, Syarwani mengatakan Zulihartono awalnya mendatangi warga yang tengah berunjuk rasa terhadap penutupan jalan yang dilakukan oleh PT Rapala.

Zulihartono datang usai dihubungi oleh seorang warga yang merupakan konstituennya di DPRD Langkat.

"Kemudian sudah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan sudah selesai masalahnya. Di mana RDP sudah ada rekomendasi dari Komisi A. Tapi justru rekan kami dilaporkan dengan tuduhan penghasutan," katanya.

DPW Nasdem Sumut, kata Syarwani, sangat kecewa terhadap proses penyidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dari Polres Langkat.

Di mana Zulihartono langsung ditetapkan sebagai tersangka tanpa ada pemeriksaan sebagai saksi terlebih dahulu.

"Kami merasa sudah dizolimi. Penetapan tersangka sangat prematur. Padahal kami tahu bagaimana proses hukum itu, kan harus ada gelar perkara, pemeriksaan sebagai saksi saja belum pernah kok Zulihartono tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka," ungkapnya.

Baca juga: Anggota DPRD dari Nasdem Terheran-heran, Namanya Dicatut Partai Lain Sebagai Anggota

Menurutnya, tindakan pihak kepolisian ini telah mencederai Anggota DPRD yang menjalankan tugas menyerap aspirasi.

"Anggota DPRD itu punya hak imunitas, mereka bekerja atas nama lembaga negara, pekerjaannya dilindungi Undang-undang. Tapi ini kok seperti tidak dihargai," ungkapnya.

(cr14/tribun-medan.com)

 

 


 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved