Breaking News:

Anggota DPRD Langkat Ditangkap

Dituding Menghasut Warga, Anggota DPRD Langkat Fraksi Nasdem Ditangkap Polisi

Anggota DPRD Langkat dari Fraksi NasDem Zulihartono alias Tono diamankan di Polres Langkat, Rabu (7/9/2022).

Dituding Menghasut Warga, Anggota DPRD Langkat Fraksi Nasdem Ditangkap Polisi

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Anggota DPRD Langkat dari Fraksi NasDem Zulihartono alias Tono diamankan di Polres Langkat, Rabu (7/9/2022).

Tono diamankan disekitar kediamannya di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Ia diboyong oleh beberapa personel Polres Langkat dengan mengenakan pakaian preman, karena dituding melakukan penghasutan.

Atas penangkapan itu, sempat menjadi perhatian warga sekitar.

Hal ini disampaikan Penasehat Hukum, Muhammad Arrasyid Ridho, saat diwawancarai wartawan Tribun Medan.

"Pada hari, Rabu (7/9/2022) Zulihartono dijemput dari sekitar kediamannya dan diperiksa dalam status sebagai tersangka di Unit Tipidter Polres Langkat," ujar Ridho didampingi dua rekannya, Kamis (8/9/2022).

Lanjut Ridho, kliennya diperiksa di Polres Langkat karena diduga melakukan tindak pidana penghasutan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 160 KUHP.

Sedangkan itu, Ridho menambahkan, dalam waktu 1 x 24 jam, Tono akan menjalani pemeriksaan di Polres Langkat.

"Klien kami dituduh melakukan penghasutan terhadap masyarakat di daerah pemilihan (Dapil-nya) pada Februari 2022 lalu. Hal itu berkaitan dengan persoalan masyarakat dengan PT Rapala. Klien kami turun ke lokasi dengan bermaksud memediasi persoalan antara warga dengan perusahaan tersebut. Atas permintaan itu, klien pun turun ke lokasi, untuk menenangkan masyarakat," ujar Ridho.

"Selanjutnya, persoalan itu kemudian dibawa dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Langkat pada Maret 2022. Kemudian, persolan tersebut berhasil diselesiakan. Artinya, antara masyarakat dan pihak perusahaan sudah berdamai," sambungnya.

Ridho menambahkan, sebelum RDP tersebut dilakukan, ternyata laporan dari PT Rapala ke Polres Langkat, atas dugaan penghasutan masih terus berlanjut, meskipun sudah dilakukan perdamaian antara masyarakat dengan PT Rapala.

Sementara itu, tim penasehat hukum menilai, proses hukum yang dijalani Tono tidak sesusai prosedur. Mereka menilai, penyidik tidak menjalankan tugasnya secara profesional. Karena, penyidik tidak melakukan pemanggilan kepada Tono melalui Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Langkat.

Kemudian, tidak sepatutnya Tono langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved