Penembakan Brigadir J
BHARADA E Berdoa Sebelum Habisi Brigadir J, Tak Kuasa Tolak Perintah Ferdy Sambo
Bharada Eliezer mengaku menjadi eksekutor pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
TRIBUN-MEDAN.COM - Bharada Eliezer atau Bharada E mengaku menjadi eksekutor pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Bharada E menembak Brigadir J sebanyak tiga kali. Lalu, Ferdy Sambo turut menembak Brigadir J yang sudah tergeletak di lantai.
Berdasarkan pengakuan Bharada E melalui kuasa hukumnya RonnTalapessy, pria 24 tahun itu takut menembak Brigadir J yang sudah memohon ampun.
Saking takutnya, Bharada E disebut sempat berdoa sebelum melaksanakan perintah Ferdy Sambo menembak Brigadir Brigadir J.
Ronny Talapessy mengungkapkan kliennya takut dan panik ketika menerima perintah Ferdy Sambo menembak Brigadir J rumah dinas Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022 .
"Jadi, klien kami terpikir perintah itu salah tapi tidak berani menolak perintah FS, karena pada situasi itu dia panik, juga ada ketakutan sehingga Bharada E akhirnya berdoa dulu sebelum menembak Yosua," kata Ronny dalam acara dua sisi yang ditayangkan di akun YouTube TvOneNews, Kamis (8/9/2022).
Menurut Ronny, dengan pangkat terendah dalam kepolisian, Bharada E sama sekali tidak kuasa menolak perintah bos yang pangkatnya jauh sekali di atasnya yakni jenderal bintang dua.
"Apalagi, FS lagi marah, dan bisa berbalik ke dia, jadi ada ketakutan dirasakan Bharada E," ujar Ronny.
Bharada E akhirnya menembak Brigadir J seperti yang diperintahkan Ferdy Sambo.
Setelah menembak Brigadir J beberapa kali hingga tertelungkup bersimbah darah.
Menurut Bharada E, kata Ronny, Ferdy Sambo kemudian menembak ke dinding rumah dan juga ke arah Yosua
Hal itu menurut Bharada E, kata Ronny, sebagai cara Sambo merancang dan menskenariokan bahwa yang terjadi di sana dan menewaskan Brigadir J adalah tembak-menembak dan bukan pembunuhan.
"Bharada E melihat Ferdy Sambo ikut menembak ke tubuh Yosua juga," katanya.
Ronny menjelaskan kepribadian Bharada E yang penurut dan dekat dengan keluarga juga membuat terpaksa menjalankan perintah Ferdy Sambo.
"Soal ini akan saya beberkan di persidangan, untuk pembelaan Bharada E," kata Ronny.