Breaking News:

Pemko Medan

Pemko Medan Anggarkan Rp 198 Miliar Untuk Program dan Kegiatan Intervensi Penurunan Stunting  

Ditegaskannya, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan harus bersinergis menangani stunting sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Editor: Satia
istimewa
Bobby Nasution mengingatkan agar Rembuk Stunting dan Penandatangan Komitmen Pelaksanaan Percepatann Pencegahan Penanganan Stunting Terintegrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution terus tingkatkan kolaborasi program dan kegiatan antar perangkat daerah dan dengan para perguruan tinggi, organisasi profesi, serta perusahaan untuk menurunkan angka stunting di ibu kota Sumatra Utara ini.

Bobby Nasution menekankan penanganan haruslah secara terintegrasi dan berbasis data yang detail.

Tidak lagi ungkapan perangkat daerah yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam penanganan stunting.

Ditegaskannya, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan harus bersinergis menangani stunting sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

"Mulai sekarang jangan ada OPD yang berkaitan langsung dengan penanganan stunting dan OPD yang tidak berkaitan langsung dengan penanganan stunting, itu semua harus diubah. Jika ingin permasalahan stunting di Kota Medan ini selesai, seluruh OPD harus saling  berkolaborasi. Dengan begitu, penanganan stunting yang dilakukan ini dapat memberikan hasil yang optimal," kata Bobby.

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, dan pemangku kepentingan.

Terkait itu, pada tahun 2022 ini Pemko telah menyusun 15 program, 16 kegiatan dan 29 subkegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh perangkat-perangkat daerah, termasuk kelurahan dengan total pagu anggaran Rp 198.102.286.201.

Data ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Medan, Benny Iskandar, pada kegiatan Rembuk Stunting 2022 pada akhir Mei lalu.  

Khusus untuk 550 balita penderita stunting yang saat ini terdapat pada 20 kecamatan telah pula ditetapkan anggaran penanganan sebesar Rp 14.878.011.827. 

Data menunjukkan, penanganan 550 balita stunting di 20 kecamatan terdiri atas Intervensi Gizi Spesifik sebesar Rp 2.678.011.827 dan Intervensi Gizi Sensitif sebesar Rp 12.200.000.000.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved