Santri Gontor Tewas Dianiaya

Tewas Dianiaya, Terungkap Satu Keinginan Anak Soimah, sang Santri Gontor, Sempat Ucapkan pada Ibunya

Sebelum Tewas Dianiaya, Ini Satu Keinginan Santri Gontor yang Sempat Diucapkan pada Sang Ibu saat Pulang ke Palembang, Ada Kaitannya dengan Kasus Ini?

Ho/ Tribun-Medan.com
Polis Selidiki Dugaan Penganiaya Santri Tewas di Pesantren Gontor. Sebelum Tewas Dianiaya, Ini Satu Keinginan Santri Gontor yang Sempat Diucapkan pada Soimah, Sang Ibu saat Pulang ke Palembang, Ada Kaitannya dengan Kasus Penganiayaan? 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tewasnya seorang Santri Ponpes Gontor yang diduga kuat akibat dianiaya kini jadi berita heboh.

Apalagi Soimah, ibu korban sempat merasa dibohongi pihak Pondok Modern Darussalam Gontor yang menutupi keadaan sebenarnya yang dialami putranya itu.

Akhirnya, Soimah, ibu santri Gontor yang meninggal pun memilih mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris.

Kini, kasus itu pun memanas.

Baca juga: Jenderal Pembasmi Judi dan Preman Ini Saksi Ibu Tien Soeharto Meninggal, Isunya karena Peluru Nyasar

Ibu Santri Gontor Ngadu ke Hotman Paris.  Sebelum Tewas Dianiaya, Ini Satu Keinginan Santri Gontor yang Sempat Diucapkan pada Sang Ibu saat Pulang ke Palembang, Ada Kaitannya dengan Kasus Penganiayaan?
Ibu Santri Gontor Ngadu ke Hotman Paris. Sebelum Tewas Dianiaya, Ini Satu Keinginan Santri Gontor yang Sempat Diucapkan pada Sang Ibu saat Pulang ke Palembang, Ada Kaitannya dengan Kasus Penganiayaan? (Ho/ Tribun-Medan.com)

Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor 1 hingga kini masih menjadi sorotan.

Bukan tanpa sebab, hal ini karena munculnya dugaan kasus penganiayaan yang memakan korban salah satu santrinya.

Santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang tewas diduga dianiaya seniornya, ternyata sempat memiliki niat untuk mengubah sistem pendidikan di dalam pondok pesantren.

Melansir dari laman Kompasdotcom, niatan AM itu sering dia sampaikan kepada ibundanya Soimah ketika sedang pulang ke Palembang.

Soimah mengenang kembali, kata-kata itu sering dilontarkan AM saat mereka sedang duduk bersama dan mengobrol.

“Sebelum anak saya meninggal almarhum selalu berceloteh kepada saya, ingin memperbaiki sistem ponpes," kata Soimah, Sabtu (10/9/2022).

Namun saat itu, Soimah tak terlalu menanggapi serius maksud perkataan putra sulungnya tersebut.

"Rupanya dengan meninggalnya almarhum baru saya bisa mengerti maksud celotehan tersebut adalah untuk memperbaiki sistem agar tidak terjadi tindakan kekerasan di lembaga pendidikan mana pun dan pengalihan pengasuhan, pengawasan kepada senioritas,” imbuh dia.

Menurut Soimah, ia bersama suaminya akan terus melanjutkan proses hukum terhadap pelaku yang menyebabkan AM tewas.

Hal itu harus ditempuh agar tak ada lagi korban selanjutnya dalam kalangan di pondok pesantren.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved