Update Kasus Pembunuhan Brigadir J

Pengakuan Bripka RR Takut Brigadir J Emosi Tembak Kuat Maruf, Senjata Disimpan di Kamar Anak Sambo

Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR mengungkap fakta lain. Peristiwa yang terjadi di Magelang Brigadir Yosua dengan Kuat Maruf

Editor: Salomo Tarigan
HO
Bharada E dan Bripka RR saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J beberapa waktu lalu. 

Erman menuturkan bahwa pertengkaran tersebut lantaran Kuat Maruf pernah memergoki Brigadir J mengendap naik turun tangga di Magelang. Namun, dia tidak mengetahui apakah hal itu terkait pelecehan seksual atau tidak.

"Karena kesannya Kuat, si Yosua pernah dia lihat kayak ngendap naik turun tangga, ditanya ada apa? Dia lari, jadi menimbulkan pemikiran yang negatif tapi tidak tahu, apakah ada pelecehan, kita tidak tahu, si anu tidak tahu," jelasnya.

Saat insiden itu, Bripka Ricky Rizal dan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sedang mengantar anaknya Ferdy Sambo ke sekolah Taruna Nusantara. Namun saat di tengah jalan, Bharada E mendapatkan telepon dari Istri Sambo untuk pulang.

"Si Richard yang ditelepon. Balik mereka, pas balik dilihat di lantai satu, nggak ada orang. Naik ke atas itu lah ketemu Kuat dalam keadaan tegang, kayak ngamuk ditanya ada apa? dibilang "Itu nggak tahu si Yosua"," jelas dia.

Saat itu, kata Erman, asisten Putri Chandrawati yang bernama Susi juga ada di lokasi. Dia melihat atasannya itu menangis di dalam kamarnya.

Di saat yang bersamaan, Brigadir J pun berupaya untuk menemui Putri di dalam kamar. Namun, upaya itu ditahan oleh Kuat Maaruf memakai pisau.

"Terus si Yosua masih berupaya lagi mau ketemu sama ibu. Ditahan pakai pisau oleh si Pak Kuat. Itu diceritain, akhirnya kan si RR ini jadi bingung. Jadi nggak tahu lah. Makanya dia nggak bisa bicara sama Pak Sambo," ungkap Erman.

Tak lama setelah itu, Bripka Ricky pun menemui Putri Chandrawati di dalam kamar yang ternyata sedang berbaring. Putri pun meminta agar Bripka Ricky memanggil Brigadir J.

"Akhirnya kan dia melihat juga ibu ya, ibu di kamar, berbaring di kamar, ‘ada apa bu?’ dia nggak menjelaskan ibu, tapi tanya ‘mana Yosua’, dipanggil lah ke bawah, dipanggil ke bawah, sambil dia nanya ‘ada apa Yosua?’, ‘ya nggak tau tuh’ 'dia marah-marah, ga tau tuh om kuat kok marah-marah sama saya’," jelas Erman.

"Akhirnya, dia naik lah berdua, ‘nah ayo, kamu tadi ibu nanya kamu’. Naik lah ke atas. Masuk. Si Yosua masuk kamar, duduk. Ibunya berbaring setengah dua baring bantal. Tapi si RR nggak nungguin. Dia balik, sambil nunggu di luar takutnya kejadian apa-apa kan. Itu aja. Tp dia nggak denger kejadian apa, pembicaraan, nggak," sambung Erman.

Baca juga: Ingat Bripka RR Ngaku Sembunyi di Balik Kulkas? Semua Karangan Ferdy Sambo, Disusun di Kantor Provos

Erman menuturkan bahwa Bripka Ricky sempat kembali menanyakan peristiwa yang terjadi kepada Brigadir J seusai keluar kamar. Namun, Brigadir J menyatakan bahwa tidak ada masalah.

"Dia (Brigadir J) turun diikutin ke bawah, ditanya lagi ke Yosua, ‘Yosua ada apa sih?’. Tadi kan kalau pertama dia bilang si kuat marah-marah nggak karuan. Kalau sekarang ditanya ‘udah gak ada apa-apa kok bang’. Nah jadikan nggak ada selama di Magelang gak mendapatkan informasi tentang itu," pungkasnya.

Baca juga: MALU Dipastikan Bukan Polisi, Kini Minta Maaf, Nasib Pria Cekcok dengan Ketua RT soal Mobil Parkir

(Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Pengakuan Bripka RR Takut Brigadir J Emosi Tembak Kuat Maruf, Senjata Disimpan di Kamar Anak Sambo

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved