Breaking News:

PPPUD Bertambah Fungsi Jadi Milenial Park, Ada Lampu dan Taman

Saat ini menjadi tempat tongkrongan baru kaum muda-mudi karena banyak makanan yang ditawarkan oleh pelaku-pelaku UMKM.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Warga menikmati suasana yang ada di dalam PPPUD yang sekarang menjadi Milenial Park beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Lokasi Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) milik Pemkab Deliserdang yang berada di Tanjung Morawa saat ini sudah bertambah fungsi. Di dalamnya saat ini sudah menjadi lokasi Milenial Park.

Jika sebelumnya pengelolaan lokasi hanya ditangani oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kini sudah ikut campur tangan PT Bhineka Perkasa Jaya (BPJ) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah Pemkab Deli Serdang.

PPPUD sebelumnya juga selalu sepi namun saat ini ratusan orang berdatangan setiap hari. Kondisinya semakin ramai apabila malam hari. Hal ini lantaran area di dalam sudah disulap dengan tempat wahana spot-spot foto. Lokasi ini pun kini sedang viral di media sosial.

Lokasi semakin menarik karena adanya lampu-lampu yang menghiasi lokasi taman. Selain itu di dalam juga disediakan live music. Saat ini menjadi tempat tongkrongan baru kaum muda-mudi karena banyak makanan yang ditawarkan oleh pelaku-pelaku UMKM.

Baca juga: Tingkatkan Wisatawan, Bupati Kabupaten Sergai Darma Wijaya Dukung Sertifikasi bagi Pemandu Wisata

Kadisperindag Deliserdang, Zaki Aufa yang dikonfirmasi mengakui kalau saat ini mereka sudah bekerja sama dengan PT BPJ untuk mengelola PPPUD ini. Meski pun lokasi ini menjadi lokasi yang diberi nama Milenial Park namun disebut tidak merubah fungsi lokasi.

Diakui kalau dulunya PPPUD didirikannya sebagai tempat promosi atau pengembangan produk-produk unggulan dari Kabupaten Deliserdang.

"Konsep awalnya tidak menghilangkan fungsinya sebagai tempat berkumpulnya UKM. Selama ini kan sepi nah sekarang ramai itu setiap hari jadi ada ruhnya di dalamnya sekarang. Bagaimana orang bisa datang kalau dulu tidak ada ruhnya di dalam. Kan harus ada yang menarik dulu biar orang mau datang," kata Zaki Aufa.

Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan ini menjelaskan selama ini tidak pernah pihaknya memungut biaya dari dalam, padahal dinasnya sendiri ada target retribusi Rp 20 juta setahun. Karena tidak ada orang yang ada di dalam makanya banyak UKM juga yang tidak berminat menempati kios yang sudah ada untuk memamerkan produknya  sehingga target juga tidak bisa dicapai. Disebut kalau biaya untuk perawatan PPPUD juga cukup besar selama ini sementara anggaran di dinasnya terbatas.

"Kita diskusi sama BUMD makanya kemudian yang ngelola mereka. Kita bikin KSO (kerjasama operasional). Untuk pertama ini dua tahun kerjasamanya. Ya sekarang ini sama-sama tanggungjawab. Kalau kita kan nggak bisa berbisnis di dalam makanya BUMD yang tangani," ucap Zaki.

Mantan Camat Percut Seituan ini juga mengatakan, kalau kehadiran milenial park saat ini bisa menarik banyak pengunjung. Karena hal itu tentu akan ada pendapatan retribusi dari parkir dan menjadi Pendapatan Asli Daerah.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved