Breaking News:

Berita Nasional

Dua Wartawan Disekap dan Dipukuli Usai Kritik Klub Sepak Bola di Facebook, Pelakunya Oknum PNS

PNS di Karawang melakukan penganiayaan kepada dua wartawan online setelah mengkritik klub sepak bola Persika 1951. 

HO
PNS di Karawang melakukan penganiayaan kepada dua wartawan online setelah mengkritik klub sepak bola Persika 1951.  

TRIBUN-MEDAN.com - PNS di Karawang melakukan penganiayaan kepada dua wartawan online setelah mengkritik klub sepak bola Persika 1951

Oknum PNS itu menyekap dua wartawan di dalam sebuah ruangan lalu dipukul dan dipaksa minum ari kencing. 

Menurut korban, ia mengkritik Persika 1951 di media sosial.  

Dua wartawan media online yang merupakan warga Karawang, Jawa Barat, yakni Gusti Sevta Gumilar (29) dan Zaenal Mustopa telah diculik, disekap, dan dianiaya oleh oknum pegawai negeri sipil ( PNS) Pemerintah Kabupaten Karawang, Sabtu (17/9/2022).

Bahkan keduanya dipaksa minum air kencing atau urine selama dalam penyekapan.

Penganiayaan yang mereka alami diduga karena keduanya mengkritik acara launching klub sepakbola Persika 1951 Karawang di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (17/9/2022) malam, di media sosial.

Penyekapan dan penganiayaan kedua wartawan itu sempat vrial di media sosial.

Dua warga itu bernama Gusti Sevta Gumilar (29) dan Zaenal Mustopa wartawan media online.

Salah satu korban Gusti telah membuat laporan ke Polres Karawang dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.Reskrim Polres Karawang, pada Senin (19/8/2022) malam.

Kasus penculikan, penyekapan dan penganiayaan yang dialami Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal bermula dari acara launching klub sepakbola Persika 1951 Karawang di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (17/9/2022) malam.

Menurut pengakuan Gusti, dia awalnya dipanggil oknum PNS masuk ke salah satu ruangan di stadion itu saat launching.

Di dalam ruangan tertutup itu, katanya ada oknum pejabat PNS Karawang dengan ditemani beberapa orang.

"Jam 12 malam itu saya sudah di ruangan. Ruangan ditutup, enggak boleh ada yang masuk selain orang-orang dia, pegang HP pun terbatas," kata Gusti.

Dia melanjutkan, saat itu juga oknum PNS tersebut menekannya dengan menanyakan keberadaan Zaenal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved