Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Olo Panggabean, Pria Berdarah Batak, Pendiri Organisasi Terbesar di Medan

Olo Panggabean merupakan Pendiri Organisasi Ikatan Pemuda Karya yang merupakan Organisasi Terbesar Di Sumatera Utara.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
Kolase/Wikipedia.com
Sosok 'Sang Ketua' Olo Panggabean semasa hidupnya. 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Sahara Oloan Panggabean atau akrab disapa Olo Panggabean yang lahir di Medan 24 Mei 1941.

Olo Panggabean sangat melegenda dari tahun 1970-an hingga 2009. Aktivitasnya di dunia hitam, khususnya di bisnis perjudian di Medan Sumatera Utara begitu terkenal.

Baca juga: SOSOK Lukas Enembe, Gubernur Papua Terseret Transaksi Judi Konsorsium 303 Sebesar Rp 560 Miliar

Bahkan, akibat pengaruhnya yang begitu besar, Olo Panggabean kerap disapa anak buahnya hingga masyarakat luas dengan panggilan ketua.

Olo Panggabean merupakan Pendiri Organisasi Ikatan Pemuda Karya yang merupakan Organisasi Terbesar Di Sumatera Utara.

Saat ini Penerus Olo Panggabean adalah Budi Panggabean dan Pablo Benua Panggabean yang merupakan Keponakan dari Olo Panggabean.

Olo adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara dari pasangan Friedolin Panggabean dan Esther Hutabarat. Sampai akhir hayatnya Olo tidak pernah menikah.

Walaupun dikenal sebagai preman, Olo Panggabean dikenal sebagai seorang dermawan yang mengagumkan.

Ketika menjadi donatur untuk pembangunan tempat ibadah, Olo Panggabean tak mau namanya ikut disebut.

Pernah muncul di media massa, ada keluarga yang anaknya disandera rumah sakit karena tak mampu membayar biaya persalinan.

Malah tiba-tiba pihak rumah sakit memperlakukan keluarga itu sangat istimewa, karena Olo Panggabean melunasi dan menjamin semua biaya diperlukan.

Baca juga: Ternyata Ini Sosok yang Pertama Membongkar Bisnis Konsorsium 303, Namun Mendadak Meninggal Dunia

Ada juga keluarga miskin yang digusur paksa oknum petugas Satpol PP, menangis pilu karena gerobak sorong tempatnya berjualan dihancurkan hingga kehilangan mata pencaharian. Malah tiba-tiba memiliki kios permanen atas biaya dari Olo Panggabean.

Pihak Olo Panggabean selalu berusaha memberi bantuan dan memberikan yang terbaik pada siapa saja yang membutuhkan dana sumbangan.

Olo wafat pada tanggal 30 April 2009 setelah menjalani pengobatan di Singapura akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya.

Saat kematian, begitu banyak orang yang menangisinya. Meskipun dikenal sebagai preman dan raja judi, tapi disisi lain Olo Panggabean pernah membantu begitu banyak orang.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved