Berita Viral

VIRAL Video Petani Rusak Tanaman Karena Harga Sayur Anjlok

Penurunan harga sayur secara signifikan, kata Tisna, diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah cuaca.

KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah
Sejumlah petani di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat membabat habis hasil tanamannya diduga kecewa lantaran harga sayuran semakin anjlok. Aksi tersebut sempat terekam dan viral di jagad sosial media sejak Minggu (18/9/2022) kemarin 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran menanggapi beredarnya video petani merusak sayur siap panen karena kecewa harga anjlok.

Penurunan harga sayur secara signifikan, kata Tisna, diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah cuaca.

"Kemarin itu kan kemarau basah, jadi produksinya melimpah," kata Tisna saat dihubungi, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya, semua sesuai dengan hukum ekonomi, apabila ketersediaan barang yang melebihi kebutuhan akan mempengaruhi harga.

Tidak hanya itu, rantai distribusi yang terlalu panjang membuat harga sayuran di tingkat petani jatuh dibanding harga di tingkat konsumen.

"Kemarin saya mengecek harga bawang. Di pasar harganya masih lumayan tinggi, mencapai Rp 40.000 per kilogram," tambahnya.

Sementara harga bawang di tingkat petani hanya Rp 17.000 per kilogram, sehingga jika dibandingkan dengan harga tingkat konsumen terdapat selisih sampai Rp 23.000 per kilogram.

Hal ini terjadi karena rantai distribusi yang terlalu panjang. "Kami sedang mengupayakan untuk menyelesaikan masalah ini," kata dia.

Viral petani babat hasil tanaman sendiri

Aksi pembabatan beberapa jenis sayuran oleh sejumlah petani sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam video yang beredar tampak seorang petani membabat sayuran di sebuah ladang menggunakan sebilah parang.

Dia juga menendang sayuran di ladangnya. Dalam video lain, seorang petani juga membabat bawang daun di sebuah ladang.

Agung Rizky Yudha, pengunggah video tersebut, membenarkan para petani tersebut merasa kecewa dan frustasi.

Sayuran yang mereka tanam berbulan-bulan tersebut mengalami penurunan harga yang signifikan.

"Saya juga petani. Video itu kiriman dari teman. Memang sekarang harga sedang anjlok," katanya dikonfirmasi, Rabu (21/9/2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved