Pemkab Sergai

Begini Respon Bupati Sergai Darma Temui Perwakilan Massa Aksi Buruh Tolak Kenaikan BBM dan Upah

Terkait kenaikan upah, pihaknya sudah bertemu dan membicarakannya dengan pemilik perusahaan yang ada di Serdang Bedagai.

Editor: Satia
Dok. Pemkab Serdangbedagai
Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya menerima perwakilan massa aksi buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Buruh Bersatu (ASPBB) terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di ruangan audiensi, Senin (26/9/2022) siang. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SERGAI - Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya menerima perwakilan massa aksi buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Buruh Bersatu (ASPBB) terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di ruangan audiensi, Senin (26/9/2022) siang.

Secara beruntun, Agan Surya Tanjung dari SBSI 1992 mewakili massa menyampaikan tuntutan buruh. 

Di antaranya yakni menolak kenaikan BBM, meminta kenaikan upah 15 persen, pasar murah, turunkan harga sandang/pangan, tetapkan tabel upah, hingga adanya Balai Latihan Kerja.

"Kami sangat berharap Pak Bupati mendengarkan keluhan ini. Kenaikan harga BBM ini sangat berimbas pada kami yang tidak mengalami kenaikan upah," ucapnya.

Agan mengatakan pagi tadi saat aksi berlangsung, Wakil Bupati Adlin Tambunan telah menemui massa.

Namun, pihaknya masih ingin bertemu Bupati untuk menyampaikan secara langsung dan mendengar respon orang nomor satu di Sergai itu.

"Pagi tadi kami sudah aksi dan diterima oleh Pak Wakil dan Pak Sekda juga. Kami sangat respect Pak Bupati siang ini menerima kami dan mendengar keluhan untuk segera ditindaklanjuti," katanya.

Darma Wijaya didampingi Wabup Adlin Tambunan, Sekdakab M Faisal Hasrimy, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Fajar Simbolon, merespon baik tuntutan yang disampaikan massa aksi.

Ia mengungkapkan gejolak kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di Sergai tapi di daerah lain juga.

Namun, Pemda terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan untuk mengatasinya.

Terkait kenaikan upah, pihaknya sudah bertemu dan membicarakannya dengan pemilik perusahaan yang ada di Serdang Bedagai.

Namun, belum ada putusan.

"Keresahan kawan-kawan buruh terkait kenaikan harga BBM pasti kami pikirkan. Beberapa waktu lalu kami telah bertemu dengan pemilik perusahaan membicarakan terkait kenaikan upah. Memang tidak bisa langsung diputuskan. Karena ada mekanisme yang harus dilalui," katanya.

Darma mengungkapkan, komunikasi dengan perusahan terus dilakukan agar ditemukan solusi yang baik terkait upah buruh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved