Breaking News:

Dugaan Ijazah Palsu

Dugaan Ijazah Palsu razman Arif Nasution Terus Bergulir, Polda Sumut Bilang Begini

Kasus dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution yang dilaporkan Syamsul Chaniago ke Polda Sumut masih terus bergulir sampai sekarang

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN
Razman Arif Nasution Pengacara Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kasus dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution yang dilaporkan Syamsul Chaniago ke Polda Sumut masih terus bergulir.

Terkini, Polda Sumut telah meningkatkan status laporan dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution dari penyelidikan ke penyidikan.

"Sudah naik ke penyidikan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Kasus Dugaan Ijazah Palsu Razman Arif Nasution Dilimpahkan ke Bareskrim Polri

Sejauh ini Polda Sumut masih berkoordinasi dengan Bareskrim apakah kasus akan diambil alih ke Jakarta.

Kata Hadi, laporan yang serupa dengan objek yang sama biasanya akan ditangani Bareskrim jika ada sejumlah laporan di daerah lainnya.

"Masih menunggu proses selanjutnya apakah Mabes Polri yang menangani atau Polda Sumut,"ucapnya.

Sebelumnya, Razman Arif Nasution dilaporkan ke Polda Sumut.

Baca juga: Bongkar Watak Asli Ayahnya, Putri Razman Arif Nasution Pasrah Ayahnya Dihujat: Buat Apa Dipikirkan

Adapun laporan dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution disampaikan Syamsul Chaniago, warga Kota Medan.

Laporan dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution itu sebagaimana yang tertuang dalam bukti laporan STTLP/B/1300/VII/2022/SPKT / POLDA SUMUT tanggal 21 Juli 2022.

Syamsul Chaniago melaporkan dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution karena merasa dirugikan pernah menunjuk Razman sebagai kuasa hukumnya.

Bahkan Razman Arif Nasution bukanlah lulusan Universitas Ibnu Chaldun.

Baca juga: Ayahnya Sering Dicibir dan Dihujat, Putri Razman Arif Nasution Beber Kelakuan Asli Sang Ayah

Sebab pihak Universitas Ibnu Chaldun pun merasa Razman Arif Nasution bukan lulusan mereka. 

"Kenapa Syamsul Chaniago yang melaporkan, karena dia merasa dia bukan pengacara, dugaan ijazah palsu pengacaranya. Sebagai kliennya dia merasa dirugikan karena ijazah S1 nya diduga palsu," kata kuasa hukum pelapor, Tuseno, Jumat (22/7/2022).(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved