Breaking News:

Berita Medan

SIDANG Lanjutan Oknum Polisi yang Kirim Paket Sabu ke PN Rangkasbitung, Jaksa Hadirkan Saksi Ini

Jaksa Penutut Umum (JPU) Maria F R Br Tarigan kembali menghadirkan saksi dari anggota tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten Jasmin Nugraha.

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/EDWARD
Jaksa Penutut Umum (JPU) Maria F R Br Tarigan kembali menghadirkan saksi dari anggota tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten Jasmin Nugraha secara virtual dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Anggota polisi di Polrestabes Medan, Brigadir M Wisnu Wardhana kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan agenda tambahan saksi, Selasa (27/9/2022).

Jaksa Penutut Umum (JPU) Maria F R Br Tarigan kembali menghadirkan saksi dari anggota tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten Jasmin Nugraha.

Diketahui, Jasmin yang melakukan penangkapan terhadap salah seorang oknum hakim di PN Rangkasbitung, Raja Adonia Sumanggam Siagian dihadirkan sebagai saksi secara virtual.

Baca juga: PACARI Gadis 14 Tahun, Kriss Hatta Siap Ajukan Pernikahan di PN Surabaya, Nikahi Anak di Bawah Umur?

Namun dalam perkara ini, saksi dihadirkan atas nama M Wisnu Wardhana, kebetulan oknum petugas di Polrestabes Medan.

M Wisnu didakwa JPU secara tanpa hak menjual narkotika golongan I jenis sabu seberat 20 gram ke Raja Adonia Sumanggam Siagian lewat salah satu jasa pengiriman paket di Medan.

"Si pengirimnya tercatat atas nama Raja yang mulia. Kemudian tim kami melakukan pengembangan. Belakangan kami ketahui kalau Raja itu adalah nama (terdakwa) M Wisnu Wardhana," terangnya menjawab pertanyaan hakim ketua Oloan Silalahi.

Ketika dikonfrontir, terdakwa juga dihadirkan secara virtual tersebut bersikeras bukan dirinya bernama Raja yang mengirimkan paket sabu tersebut.

"Saudara tetap pada keterangannya. Masih di situ saksinya. Dia (saksi Firman Nugraha) bilang kalau yang nama Dewa itu hasil pengembangan mereka tim dari BNN adalah saudara. Baiklah. Itu hak saudara membantahnya. Biar majelis hakim nanti yang menilainya," tegas Oloan Silalahi.

Di bagian lain terdakwa warga Komplek Pondok Surya Blok II, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan / Komp Pondok Surya Blok VI, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan itu mengatakan, dirinya berkomunikasi dengan seseorang bernama Yudi.

Setelah terdakwa menerima transferan lewat rekening bank, terdakwa yang menyediakan sabu seberat 20 gram tersebut.

Baca juga: SIDANG Kasus Anggota Polrestabes Medan yang Kirim Sabu ke PN Rangkasbitung, JPU Hadirkan Saksi Ini

Dia mengaku tidak tahu menahu soal pengiriman paket sabunya ke Rangkasbitung, Provinsi Banten. 

Fakta menarik lainnya terungkap di persidangan, terdakwa sudah 8 kali menerima transferan uang dari pria bernama Yudi tersebut.

Oloan Silalahi pun melanjutkan persidangan pekan depan guna mendengarkan keterangan saksi lainnya.

(cr28/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved