Berita Sumut

Terungkap, Nenek Tuding Dianiaya Polisi Ternyata Pernah Digugat Jiran Tetangga ke Pengadilan

Menurut penuturan warga, bahwa Nurieni Saragih alias Butet sempat berupaya menutup gang yang kebetulan bagian dari sisi tanah rumahnya.

Penulis: Alija Magribi | Editor: mustaqim indra jaya
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Nurieni Saragih (57), korban dugaan penganiayaan personel Polres Simalungun saat datang ke Polda Sumut. Ia datang mempertanyakan laporannya yang diduga mandek, Rabu (21/9/2022) di Mapolda Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Seorang nenek bernama Nurieni Saragih melaporkan tujuh personel Polres Simalungun ke Polda Sumut, dengan pengakuan telah dianiaya saat dijemput paksa.

Belakangan diketahui fakta lain soal Nurieni Saragih yang ternyata dimusuhi oleh tetangganya sendiri.

Menurut penuturan warga, bahwa Nurieni Saragih alias Butet sempat berupaya menutup gang yang kebetulan bagian dari sisi tanah rumahnya. Hal itu memicu tetangga ribut dengan Nurieni lantaran akses menuju ladang melalui gang tersebut ditutup Nurieni.

Baca juga: Terungkap, Nenek-nenek yang Ngaku Dianiaya Polisi Ternyata Tersangka Kekerasan Terhadap Anak

“Kenapa kami ribut dengan Nurieni, karena dia nutup gang. Padahal itu jalan masuk ke gang ladang-ladang warga yang lain yang kebetulan di sebelah rumahnya,” kata warga bermarga Purba seraya menyebut Nurieni sosok yang keras kepala.

Menurut warga, Nurieni yang mengaku sebagai orang susah tampaknya pengakuan yang keliru. Sebab warga mengenalnya sebagai tauke sawit di Nagori Panribuan, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun.

Nurieni Memiliki beberapa truk colt diesel, mobil roda empat, dan rumah. 

Nurieni memicu keributan dengan tetangga dan warga lainnya karena menutup gang/jalan sebelah rumahnya.

Bahkan, Nurieni Saragih dilaporkan 6 orang warga secara perdata di Pengadilan Negeri Simalungun, dengan nomor perkara 92/Pdt.G/2021/PN Sim pada 27 Juli 2021.

Hal itu juga menjadi pemicu Nurieni melemparkan bongkahan kayu/broti yang mengenai seorang putri tetangganya berinisial PG, berusia 9 tahun, sehingga ia ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Simalungun Iptu L Sirait yang ditemui di Asrama Polisi Jalan Asahan Kota Pematangsiantar, Selasa (27/9/2022) menyampaikan pihaknya tidak ada melakukan penganiayaan sama sekali.

Nurieni yang ditetapkan sebagai tersangka justru berguling-guling di tanah tatkala dilakukan pemanggilan paksa.

“Kita panggil dia pada 27 Desember 2021. Kita panggil secara paksa sesuai undang-undang setelah dua kali panggilan yang dilayangkan terhadapnya, tak diindahkan. Yang bersangkutan tidak kooperatif,” kata Sirait. 

Padahal kata Sirait, Nurieni Saragih tidak dilakukan penahanan lantaran mempertimbangkan kondisinya yang sudah renta dan dugaan tindak pidana yang dilakukannya di bawah dari dua tahun kurungan.

“Kami jeput secara paksa karena harus diserahkan ke Kejaksaan Negeri Simalungun sebagai tersangka kekerasan fisik terhadap anak di bawah umur. Selama diperiksa, dia tidak pernah kooperatif dan hadir memenuhi wajib lapor,” kata Sirait.

Baca juga: 7 Polisi Polres Simalungun Dilapor Aniaya Nenek-nenek, Kabid Humas Beber Hasil Pemeriksaan Propam

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved