Anak Diduga Dirudapaksa

Bocah di Medan Diduga Dirudapaksa Kepsek setelah Dicecoki Minuman, Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan

Polda Sumut membeberkan hasil pemeriksaan bocah perempuan berinisial N (10) yang diduga dicekoki minuman bercampur serbuk putih sebelum dirudapaksa.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat memaparkan akan menghentikan kasus dugaan rudapaksa siswi SD oleh kepsek dan tukang sapu, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut membeberkan hasil pemeriksaan bocah perempuan berinisial N (10) yang diduga dirudapksa kepsek.

Korban yang diduga dirudapaksa kepsek dikabarkan dicekoki minuman bercampur serbuk putih sebelum dirudapaksa Kepsek-Tukang Sapu di salah satu sekolah di Medan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan botol bekas bocah yang diduga dirudapaksa kepsek, polisi tak menemukan adanya kandungan berbahaya seperti yang disebut ibu korban.

Selain itu, tak ditemukan adanya zat berbahaya di dalam tubuh bocah perempuan tersebut.

Baca juga: Hp Vivo V25 Pro Dibekali MediaTek Dimensity 1300 dengan RAM 12 Gb, Berikut Harga dan Spesifikasinya

"Tidak ditemukan kandungan narkotika maupun psikotropika terhadap botol minuman yang telah disita dari pelapor atau anak yang diminum pada saat sebelum terjadi dugaan pencabulan,"kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (28/9/2022).

Polisi telah memeriksa sekitar 30 saksi dalam kasus ini. Selain itu mereka juga telah melakukan prarekonstruksi sebanyak 2 kali.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan sebagainya banyak ketidaksesuaian fakta.

Kemudian cerita versi ibu korban yang menyebut anaknya ditolong guru tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan IT ponsel sang guru.

Sehingga berdasarkan hasil gelar perkara hari ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut mengumumkan akan menghentikan kasus dugaan rudapaksa siswi SD yang diduga dilakukan kepala sekolah hingga tukang sapu.

"Jadi pada intinya perkara itu akan kami hentikan dengan kesepakatan hasil gelar yang kami lakukan,"kata Tatan, Rabu (28/9/2022).

Meski demikian polisi tetap menyelidiki hasil visum korban karena hasil visum keluar sehari setelah dilaporkan ke polisi.

Berdasarkan hasil visum ditemukan bekas luka di selaput dara anak berusia 10 tahun tersebut.

Terkait korban pingsan setelah dicekoki minuman diberi serbuk putih polisi tak menemukan adanya zat berbahaya.

"Tidak ditemukan kandungan narkotika maupun psikotropika terhadap botol minuman yang telah disita dari pelapor atau anak yang diminum pada saat sebelum terjadi dugaan pencabulan,"ungkapnya.

Baca juga: Xiaomi Civi 2 Resmi Diluncurkan, Berikut Keunggulan dan Harganya

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved