Breaking News:

Liputan Khusus

Hasil Judi Rp 21 Miliar Disita Polda Sumut dari Bos Judi Online

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak berniat memiskinkan bos judi online yang ada di Sumatera Utara

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Fredy Santoso
Ruko bertingkat milik bos judi online Apin BK alias Jonni di Kompleks Cemara Asri, Percut Sei Tuan, saat disita Polda Sumut, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mulai memiskinkan bos judi online ABK.

Sejak beberapa pekan terakhir, Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menyita aset milik bos judi online yang jumlahnya mencapai Rp 21 miliar. .

Adapun aset bos judi online yang sudah disita diantaranya berada di Kompleks Cemara Asri, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Dari lokasi ini, polisi menyita tujuh unit rumah toko atau ruko bertingkat di lokasi berbeda, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan.

Bangunan pertama yang disita ialah Kafe Warna-warni. Lokasinya di dalam Jalan Cemara Asri Boulevard Raya. Jika masuk dari Jalan Raya Cemara belok ke kiri, dan lurus sekitar 200-300 meter akan terlihat bangunan dengan cat warna-warni berjejer di sebelah kiri jalan.

Di situlah tempat judi yang disebut-sebut terbesar di Sumut itu beroperasi selama kurang lebih delapan bulan atau sejak awal 2022.

Lokasi judi online berkedok kafe tersebut memiliki empat unit bangunan bertingkat.

Bangunan inilah yang pertama kali polisi sita pada Jumat 23 September lalu.

Namun sayangnya, saat mengerebek lokasi tersebut pada 9 Agustus lalu, polisi gagal menangkap bos atau operator judi online.

Aset kedua yang polisi sita juga berbentuk ruko. Bangunan bertingkat tersebut bercat hitam.

Posisinya di seberang Kafe Warna-warni. Sebelum disita, ruko tersebut masih buka, dan ada aktivitas layaknya kafe.

Aset selanjutnya yang polisi sita berjarak sekitar 500 meter dari lokasi sebelumnya atau berada di Jalan Boulevard Timur.

Kabid Humas Polda Sumut mengatakan, Ditreskrimsus menyita aset tersebut usai keluar penetapan dari Pengadilan Negeri Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.

Tujuh bangunan tersebut diduga hasil tindak pidana pencucian uang ABK dari bisnis judi online.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved