Berita Medan

Simpan Minyak Ilegal Hingga Diduga Sebabkan Kebakaran, Pria Ini Ditangkap Polsek Hamparan Perak

Terduga pemilik minyak ilegal, Purwanto (37) yang menyewa sebuah gudang di Hamparan Perak ditangkap

HO/Tribun Medan
Purwanto, terduga pemilik minyak ilegal yang menyebabkan kebakaran tiga unit rumah di Dusun Sopirok Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.   

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terduga pemilik minyak ilegal, Purwanto (37) yang menyewa sebuah gudang di Dusun Sopirok, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang ditangkap polisi.

Diketahui gudang yang disewa terduga pemilik minyak ilegal itu terbakar beberapa waktu lalu.

Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Iptu Hendrik Simanjuntak mengatakan, terduga pemilik minyak ilegal itu ditangkap berdasarkan informasi dari salah satu korban yang rumahnya ikut terbakar. Purwanto ditangkap di Dusun IV, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak.

Baca juga: BANGUNAN Diduga Gudang Penimbunan Minyak Ilegal Terbakar, Begini Penjelasan Polsek Hamparan Perak

"Kita mendapat informasi dari salah satu korban kebakaran, keberadaan pemilik minyak ilegal yang menyewa bangunan sebagai gudang penyimpanan. Personil kita langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil menangkap seorang pria terduga pemilik minyak tersebut," ucap Iptu Hendrik,Kamis (29/9/2022).

Purwanto kini sudah ditahan dan terancam akan dikenakan Pasal 187 ayat 1E subsidair 188 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Disinggung mengenai penyebab kebakaran, Iptu Hendrik mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran lantarah masih dilakukan penyelidikan.

"Belum bisa kita pastikan penyebab kebakaran tersebut,masih kita selidiki," ucapnya.

Baca juga: Kondisi Terkini Gudang Penyimpanan Minyak Ilegal Terbakar Di Hamparan Perak, POLISI Masih Selidiki

Hendrik mengungkapkan, akibat peristiwa kebakaran tersebut kerugian material mencapai Rp 700 juta.

Adapun bangunan yang ludes terbakar berjumlah tiga unit, yakni milik Lukman (60), Marapago dan sebuah bengkel milik Junaidi.

"Akibat kebakaran, total kerugian mencapai Rp.700 juta dengan 3 orang sebagai korban yaitu pemilik bangunan dan penyewa sebagai tempat usaha," ungkap Hendrik.

(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved