Gempa Taput

Cerita Warga Soal Gempa di Taput Dini Hari Tadi: Trauma, Walau Tak Separah Seperti Tahun 1987

Gempa bumi yang mengguncang Tapanuli Utara pada Sabtu (1/10/2022) dini hari tadi, mengingat memori warga akan gempa yang terjadi di tahun 1987.

Tribun Medan/Maurits Pardosi
Robert Pasaribu, warga yang ikut merasakan gempa bumi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (1/10/2022).  

TRIBUN-MEDAN.com, TAPUT - Gempa bumi yang mengguncang Tapanuli Utara pada Sabtu (1/10/2022) dini hari tadi, mengingat memori warga akan gempa yang terjadi di tahun 1987.

Penuturan warga Robert Pasaribu, bahwa gempa yang terjadi dini hari tadi membuatnya trauma. Sebab saat dirinya duduk di kelas 3 SD gempa dengan guncangan kuat juga pernah melanda Tapanuli Utara.

Robert menceritakan, begitu terjadi gempa dini hari tadi, dirinya langsung bergerak dari kediamannya di Desa Silakkitang, Kecamatan Sipoholo, Kabupaten Tapanuli Utara menuju ke rumah keluarganya di Tarutung.

Baca juga: Kapolda Sumut Kerahkan 100 Personel Brimob Bawa Sembako dan Bantu Korban Terdampak Gempa di Taput

Tak hanya itu, begitu gempa terjadi sontak langsung membuat Tapanuli Utara gelap gulita sehingga membuat situasi mencekam. Kondisi itu lah yang membuatnya trauma.

Apalagi dampak gempa bumi dini hari tadi, rumah warga, jalan dan jembatan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah dan fasilitas pendidikan serta gedung pemerintah mengalami kerusakan.

"Kalau kejadian seperti dinihari tadi, aku kembali diingatkan akan peristiwa pada tahun 1987. Saat itu, aku duduk di bangku kelas 3 SD. Kami langsung mengungsi saat itu. Kenangan itu tak bisa ku lupakan," ujar Robert Pasaribu sambil memandangi dinding Jalinsum yang roboh akibat gempa. 

Disampaikan Robert, saat gempa terjadi, lolongan anjing terdengar keras dan sejumlah ternak juga tidak bisa tenang. Masyarakat berhamburan ke luar dari rumah masing-masing untuk mencari tempat perlindungan.

Bahkan, ada sejumlah masyarakat yang langsung menuju mobil dan siap siaga berangkat manakala hal lebih parah lagi terjadi.

"Kalau 1987 lebih parah, karena konstruksi bangunan tidak sebagus yang sekarang. Masyarakat banyak yang mengungsi karena diisukan Dolok Martimbang akan meletus," sambungnya.

Baca juga: Dampak Gempa Bumi di Taput, Seratusan Rumah Warga dan Sejumlah Fasum Rusak, Puluhan Orang Terluka

"Walau tak sedahsyat tahun 1987, aku tetap trauma kalau ada gempa" tambahnya.

Sementara itu, hingga kini pemerintah masih berupaya mengumpulkan data dan melihat kondisi masyarakat di lapangan pascagempa dini hari tadi.

(cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved